Setelah Sempat Dibekukan; 9 Dapur MBG Kembali Beroperasi di Bontang
Ilustrasi -- Pembukaan dapur MBG di Bontang. (Dok)
BONTANG- Setelah dibekukan 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang kembali aktif beroperasi menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan, pasca pengoperasian ini sebanyak 13 ribu siswa yang kemarin terhenti pasokan makanannya mulai lagi di salurkan.
Alasan 9 dapur kemarin dibekukan karena adanya temuan pengelolaan Instalasi Limbah yang belum sesusai spesifikasi atau berizin.
"Kemarin 2 dapur dari 9 udah operasi penuh. Alhamdulillah dapur kooperatif mengurus IPALnya. Siswa kembali dapat makanannya," ucap Surya.
Lebih lanjut pendirian SPPG di Bontang akan diperketat. Agar tidak adanya lagi temuan dokumen yang belum rampung. Sebelum beroperasi bahkan tim akan melakukan verifikasi berlapis memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabumingraka berjalan dengan sesuai aturan yang berlaku.
"Kami juga akan terus pantau. Kalau ada yang tidak sesuai akan dievaluasi juga," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 9 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang dibekukan per April 2026 ini karena temuan penglolaan limbah belum sesuai standar.
Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra, mengatakan imbasnya pelajar penerima manfaat yang berada di tanggung jawab 9 dapur itu dihentikan sementara waktu.
9 dapur itu tersebar di 3 kecamatan. Sebanyak 4 dapur di Kecamatan Bontang Utara, 3 dapur di Bontang Selatan dan 2 dapur di Bontang Barat.
Diketahui, per dapur saat ini melayani 1.500 penerima manfaat. Jika diakumulasi ada sekitar 13 ribu siswa tak lagi mendapatkan program MBG sementara waktu.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: