•   13 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Program Perlengkapan Sekolah Gratis Mulai April, Seragam Libatkan Penjahit Lokal, Tas-Sepatu dari Luar Daerah

Bontang - M Rifki
13 Januari 2026
 
Program Perlengkapan Sekolah Gratis Mulai April, Seragam Libatkan Penjahit Lokal, Tas-Sepatu dari Luar Daerah Pelajar Bontang menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Pemkot Bontang 2025 lalu. (dok)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mulai menyiapkan pelaksanaan program perlengkapan sekolah gratis pada 2026. Program unggulan Pemerintah Kota Bontang ini dijadwalkan mulai berjalan pada April mendatang.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pengadaan seragam sekolah akan melibatkan penjahit lokal sebagai upaya pemberdayaan pelaku usaha di daerah. Sementara itu, pengadaan tas dan sepatu masih harus dilakukan dari luar daerah.

“Kalau seragam kami gunakan penjahit lokal. Untuk tas dan sepatu masih dari luar, karena produk lokal belum mampu memproduksi dalam jumlah besar,” ujar Abdu Safa Muha.

Ia menyebutkan, besaran anggaran pengadaan seragam sekolah pada 2026 relatif tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran total sebesar Rp10,8 miliar untuk program seragam gratis.

Rinciannya, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dialokasikan sekitar Rp7 miliar, sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp3,8 miliar.

Selain seragam, Pemkot Bontang juga menganggarkan pengadaan sepatu dan tas sekolah. Untuk sepatu, jenjang SD dialokasikan Rp4,6 miliar dan SMP sebesar Rp2,2 miliar. Sementara pengadaan tas sekolah, untuk SD diplotkan anggaran Rp3,4 miliar dan SMP Rp1,6 miliar.

Saat ini, Disdikbud masih melakukan perhitungan kebutuhan anggaran untuk 2026. Menurut Abdu Safa, setiap tahun alokasi anggaran berpotensi mengalami kenaikan seiring meningkatnya harga bahan baku.

“Kalau ada kenaikan, kemungkinan sekitar lima persen. Itu karena bahan baku,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR