Polres Bontang Periksa Satu Orang Terkait Motif Penyerangan dan Perusakan di Rumah Pemilik Mangga
Polres Bontang menggelar pra rekonstruksi kasus pencurian mangga di Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api.
BONTANG – Satreskrim Polres Bontang mulai mendalami kasus kericuhan yang terjadi di Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, usai kematian pria berinisial Ri dalam insiden dugaan pencurian mangga, Jumat (8/5/2026).
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa satu orang yang diduga mengetahui latar belakang kemarahan keluarga korban hingga berujung pada aksi penyerangan, perusakan, dan dugaan penganiayaan di lokasi kejadian.
Kanit Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang, mengatakan pemeriksaan awal tersebut dilakukan untuk menggali informasi mendalam terkait alasan pihak keluarga Ri melakukan aksi anarkis setelah menerima kabar kematian korban.
“Sudah kami periksa. Awalnya satu orang dulu. Penyidik akan menggelar kasus berdasarkan laporan warga terkait dugaan perusakan, penyerangan, dan penganiayaan,” ujar Markus.
Keterangan saksi tersebut nantinya akan menjadi bagian dari bahan gelar perkara untuk menilai terpenuhi atau tidaknya unsur pidana dalam laporan warga yang mengaku dirugikan akibat insiden tersebut.
Polisi juga telah mengantongi sejumlah alat bukti, mulai dari keterangan para saksi hingga hasil pra-rekonstruksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Markus, seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan sesuai prosedur hukum.
“Nanti kami informasikan lebih lanjut. Saat ini prosesnya masih berjalan,” tambahnya.
Sebelumnya, kematian Ri, warga Berbas Pantai, memicu emosi keluarga setelah muncul informasi dari rekan korban yang menduga kematian tersebut bukan semata akibat terjatuh dari pohon mangga, melainkan ada dugaan unsur kekerasan.
Informasi itu diduga membuat keluarga korban mendatangi lokasi kejadian di Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api. Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi kericuhan yang diwarnai dugaan penganiayaan, perusakan rumah, hingga pemotongan pohon mangga secara paksa.
Aparat kepolisian turun tangan untuk meredam situasi dan mencegah bentrokan lebih besar antara keluarga korban dan warga sekitar.
“Pihak keluarga mendapat informasi dari rekan korban bahwa korban tidak jatuh begitu saja. Dari situ keluarga marah dan menyerang rumah di lokasi kejadian. Pohon dipotong dan terjadi gangguan kamtibmas,” jelas Markus di wawancara sebelumnya.
Saat ini, Polres Bontang menangani dua laporan berbeda yang sama-sama berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk dugaan penyebab kematian Ri dan aksi kerusuhan susulan yang terjadi setelahnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: