•   28 August 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Kuota Pertalite Bontang 24 Juta Liter; Tetapi Antrean Tetap Panjang, Dewan Cecar Pertamina

Bontang - M Rifki
28 Agustus 2026
 
Kuota Pertalite Bontang 24 Juta Liter; Tetapi Antrean Tetap Panjang, Dewan Cecar Pertamina Antrean BBM jenis Pertalite di salah satu SPBU Bontang beberapa pekan terakhir terjadi di Bontang.

BONTANG – Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite masih terjadi di sejumlah SPBU Bontang. Padahal, alokasi BBM bersubsidi tersebut untuk 2026 mencapai 24.344 kiloliter (KL) atau sekitar 24,3 juta liter.

Ironisnya, kuota tersebut belum sepenuhnya terserap. Hingga Juni 2026, Pertalite yang telah didistribusikan baru mencapai 11.688 KL, sementara masih terdapat 12.656 KL atau sekitar 12,6 juta liter dari alokasi tahunan yang belum tersalurkan.

Persoalan serupa juga terjadi pada 2025. Berdasarkan catatan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, sekitar 2 juta liter kuota Pertalite tidak tersalurkan hingga akhir tahun.

Data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pada Jumat (28/8/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkot Bontang, Arif Rochman, mengatakan realisasi pengiriman Pertalite setiap bulan memang tidak selalu sama. Alokasi bulanan Bontang berada di kisaran 2.029 KL atau sekitar 2,03 juta liter.

Pada Agustus 2026, misalnya, pengiriman baru mencapai sekitar 1.900 KL. Menurut Arif, kekurangan pengiriman pada bulan berjalan seharusnya dapat dipenuhi pada bulan berikutnya.

Namun, persoalan tersebut dinilai menjadi janggal ketika masih terdapat sisa kuota pada akhir tahun. "Tetapi herannya, di akhir tahun selalu ada sisa. Kan sayang kalau itu tidak disalurkan. Jumlahnya lumayan loh, 2 juta liter pada 2025 lalu tidak disalurkan," ucap Arif.

Di tengah kondisi tersebut, antrean di SPBU masih menjadi keluhan masyarakat. Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menduga distribusi Pertalite dari Pertamina tidak dilakukan secara optimal.

Ia menyebut pengelola SPBU mengaku mendapatkan alokasi harian yang tidak menentu. Padahal, SPBU disebut telah melakukan deposit untuk pengadaan BBM.
"Ini kuota masih banyak. Kenapa antrean ramai? Yang tidak beres memang Pertaminanya," ucap Rustam.

Sementara itu, perwakilan Pertamina, Rachman, mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan banyak penjelasan mengenai penetapan kuota dan pola distribusi tersebut.

Menurutnya, kebijakan mengenai kuota berada di tingkat atas. Sementara di lapangan, pihaknya hanya mencatat dan menyalurkan BBM berdasarkan alokasi harian yang diterima.
"Kalau kami mencatat dan mendistribusikan sesuai kuota harian," terangnya.






TINGGALKAN KOMENTAR