•   09 December 2022 -

Penyakit Mulut Kuku Merebak, Harga Sapi Kurban Membubung

Bontang - M Rifki
14 Juni 2022
Penyakit Mulut Kuku Merebak, Harga Sapi Kurban Membubung Penjual sapi yang berada di Simpang 4 Imam Bonjol/M Rifki- Klik Kaltim.

KLIKKALTIM.COM- Sebulan menjelang hari raya Idul Adha 1443 Hijriah harga sapi kurban membumbung. Kenaikan harga itu disebabkan adanya serangan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Berdasarkan informasi Klik Kaltim, penjual sapi kurban menaikkan harga lantaran adanya biaya tambahan pengiriman dan perawatan selama masa karantina hewan 14 hari. 

Salah satu pedagang sapi kurban Aciruddin mengatakan, untuk proses karantina saja, harus mengeluarkan biaya tambahan setidaknya per ekor Rp 800 ribu. Belum termasuk pembiayaan di tempat makan hewan dan operasional penjual. 

Pada 2022 ini, jumlah sapi yang ia jual menurun hingga 50 persen. Dari tahun sebelumnya 2021 menjual 60 sapi dan tahun ini hanya menjual 30 sapi. 

Untuk harga yang dijual per sapi nya dari yang paling kecil Rp 25 Juta hingga Rp 30 Juta. 

Klik Juga : Duka Petrus, Jenazah Istri Disemayamkan di Tengah Kepungan Banjir

"Naiknya lumayan. Terus sapi yang didatangkan juga turun drastis," kata Aciruddin saat ditemui di Jalan Imam Bonjol, Selasa (14/6/2022). 

Diketahui, sapi yang ia jual langsung didatangkan dari pulau Sulawesi. Karena, hanya dari wilayah tersebut yang minim akan penyebaran penyakit mulut dan kuku. 

Dikonfirmasi sebelumnya, Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3), drh Riyono mengatakan, imbas dari PMK juga akan berpengaruh pada ketersediaan sapi. 

Menurutnya, tahun sebelumnya tercatat ada sekira 1.000 sapi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban. 

"Dulu memang dikarantina juga tapi sekarang lebih ketat karena PMK. Kalau tahun dulu diperlukan sekitar 1.000 ekor untuk hewan kurban (sapi). Begitu juga kambing diperlukan kurang lebih segitu," ucap Riyono.




TINGGALKAN KOMENTAR