Pemkot Bontang Siapkan Skema Ganjil Genap Beli Pertalite di SPBU
Ilustrasi antrean SPBU (Klik Kaltim).
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan memberlakukan sistem antrean pengisian Pertalite menggunakan nomor polisi ganjil dan genap. Sistem itu akan dibahas secara spesifik agar bisa mengurai antrean.
Wacana itu disampaikan usai pelaksanaan rapat koordinasi penyaluran BBM subsidi di Ruang DPM-PTSP antara Pemkot Bontang dan DPRD pada Jumat (28/8/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Arif Rochman mengatakan, sistem itu nantinya akan dibagi per SPBU. Misalnya, pada hari Senin seluruh SPBU melayani kendaraan dengan nomor polisi ganjil. Sementara untuk kendaraan dengan nomor polisi genap bisa mengikuti jadwal pada keesokan harinya.
"Kami masih mau bahas secara spesifik. Sistem ini diberlakukan juga di Balikpapan. Tapi ini masih opsi. Kami lapor ke pimpinan dulu," ucap Arif.
Lebih lanjut, sistem pengaturan pembelian sesuai nomor polisi genap dan ganjil tersebut dilakukan agar tidak mengganggu pelaku usaha lain di sekitar SPBU.
Skema ini juga akan diujicobakan selama sebulan. Kemudian, tim akan melakukan evaluasi untuk melihat apakah sistem tersebut efektif atau tidak diberlakukan.
"Pasti dievaluasi. Kasih kami waktu rampungkan jadwalnya. Terus nanti akan dirilis," sambungnya.
Diketahui, antrean panjang Pertalite sudah terjadi sejak Juni 2026 lalu, pascaharga BBM Pertamax mengalami kenaikan yang signifikan. Walhasil, pengendara yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi saat ini beralih ke Pertalite.
"Ini fenomena yang terjadi di seluruh Indonesia. Karena adanya peralihan penggunaan," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: