Antrean Isi Pertalite di SPBU Sudah Sampai 3 Jam, Pemkot Bontang Bahas Opsi Pembatasan Besok
Antrean mobil di SPBU Jalan KS Tubun (Klik Kaltim).
BONTANG – Pemkot Bontang tak mau terburu-buru mengambil keputusan soal pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Walaupun saat ini antrean di SPBU semakin mengular.
Berdasarkan pantauan Klik Kaltim di sejumlah SPBU pada Kamis (27/8/2026), pengendara roda empat yang mengantre bahkan harus mengorbankan waktu hingga dua atau tiga jam untuk mendapatkan pasokan 40 liter BBM subsidi. Sementara untuk pengendara motor harus sabar menunggu kurang lebih 1 jam. Warga terpaksa mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi sebanyak 4 liter karena harga jual eceran terlalu tinggi.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Moch Arif Rochman mengatakan, kebijakan pembatasan tidak bisa langsung dilakukan tanpa proses pembahasan bersama para pemangku kebijakan. Pemkot Bontang juga enggan membuat kebijakan yang justru menjadi blunder.
"Nanti kami masih bahas. Lihat kebijakan itu di Balikpapan dan Samarinda juga. Kami tidak mau blunder," ucap Arif.
Rencananya, pembahasan terkait pembatasan atas rekomendasi Wali Kota Bontang Neni Moernaeni akan dibahas pada Jumat (28/8/2026) mendatang.
Pihak Pertamina akan diundang untuk menentukan formulasi yang tidak membuat situasi antrean semakin membeludak. Menurutnya, antrean BBM Pertalite mengular karena banyaknya kendaraan yang beralih menggunakan BBM subsidi.
Di awal, sebelum kenaikan harga Pertamax yang cukup signifikan, antrean terbukti tidak mengular seperti saat ini.
"Besok kami rapatkan. Kami menduga antrean membeludak memang karena banyak peralihan konsumsi ke BBM subsidi," sambungnya.
Pemkot Bontang memastikan pasokan BBM Pertalite di empat SPBU tengah Kota Bontang berlangsung lancar. Setiap hari, pasokan setiap SPBU bisa mencapai 8 ribu kiloliter.
"Kalau stok sampai akhir tahun masih aman. Realisasi sampai Juli kemarin sudah 50 persen," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengaku heran dengan kondisi antrean yang setiap hari mengular di sejumlah SPBU Bontang. Pun, ia menerima kabar adanya kendaraan roda empat yang setiap hari mengantre BBM.
Menurut Neni, penggunaan hingga 40 liter Pertalite dalam sehari untuk kendaraan yang hanya beraktivitas di dalam kota dinilai tidak masuk akal.
"Itu juga yang membuat heran. Kalau per mobil dibatasi, misalnya sepekan sekali, mungkin tidak ada antrean. Aneh 40 liter habis per hari," ucap Neni. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: