Pelabuhan Loktuan Dibidik Investasi Ratusan Miliar, Agus Haris Instruksikan Pembenahan
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris didampingi Kepala KSOP Kelas II Bontang Capt Muhammad Ridha meninjau Pelabuhan Loktuan, Selasa (30/6/2026) pagi. (Klikkaltim)
BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meninjau Pelabuhan Loktuan pada Selasa (30/6/2026) pagi. Kunjungan ini merupakan upaya menyambut rencana masuknya investasi senilai ratusan miliar.
Dalam kunjungannya Wawali AH memboyong Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP ) Kelas II Bontang Capt Muhammad Ridha. Peninjauan diperlukan untuk memantau kesiapan sarana dan prasarana, serta mengindetifikasi fasilitas yang perlu dibenahi.
"Investor berminat menggelontorkan anggaran ratusan miliar, ini harus disambut cepat. Kajian sedang berjalan, dan infrastruktur yang rusak atau kurang bisa dibenahin," ucap Agus Haris.
AH menilai pengoperasian Pelabuhan Loktuan masih berjalan seadanya. Belum nampak terlihat pengembangan signifikan. Maka dari itu diperlukan pembenahan secara menyeluruh.
Faktor keamanan juga menjadi sorotan Agus Haris, terlebih kasus pelabuhan menjadi pintu masuk narkoba santer terdengar. Contohnya kasus di pelabuhan Samarinda dan Balikpapan.
"Pelabuhan ini jadi pintu masuk dan keluar barang dan warga. Jadi harusnya bisa diperketat. Agar tidak jadi pintu masuk barang haram narkoba," ucap Agus Haris.
Selain menarik investor, saat ini Pemkot terus melobi agar izin lintas Bontang-Sulawesi Barat segera diterbitkan. Tak hanya jadi moda transportasi bagi masyarakat, rute baru ini dibuka untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
"Kalau rute Bontang-Mamuju ini terwujud, pasokan pangan akan stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir harga pangan melambung tinggi," sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala KSOP Kelas II Bontang Capt Muhammad Ridha mendukung rencana pengembangan serta perluasan pelabuhan loktuan. Pasalnya,
pelabuhan dapat menjadi pusat perputaran dan pengembangan ekonomi daerah.
Berdasarkan hasil peninjauan, catatan khusus yang disampaikan Ridha adalah meminta PT Laut Bontang Bersinar (LBB) sebagai operator untuk memisahkan terminal barang dan penumpang.
" Sudah waktunya pelabuhan Bontang dikembangkan, Saya bisa langsung lobi ke Menteri. Apalagi semangat Pemerintah Pusat untuk mengembangkan usaha pelabuhan sangat tinggi,” ucap Muhammad Ridha. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: