Mengapa Kasus Stunting, Tumbuh Kerempeng dan Gizi Buruk Banyak di Pesisir; Wali Kota Beri Penjelasannya
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni (Klik Kaltim).
BONTANG- Kasus anak dengan gizi buruk, wasting atau tubuh kerempeng, hingga stunting masih di Bontang mayoritas ditemui di wilayah pesisir.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni menjelaskan masalah sanitasi serta pola hidup warga yang belum peduli terhadap pemenuhan gizi di kawasan pesisir masih menjadi momok warga di sana.
Makanya, saat ini pemerintah masih berupaya dalam pemenuhan jamban agar prilaku warga pesisir tidak lagi Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Neni juga meminta Lurah untuk aktif melakukan kunjungan atau pemantatuan terhadap anak yang masuk dalam kondisi rentan stunting.
Selain kawasan BABS tinggi, lurah juga punya tanggung jawab dalan pengelolaan sampah. Misalnya rutin menggelar gotong royong. Karena sampah berserakan bisa menjadi sumber dari datangnya bala penyakit.
Kecamatan dan Kelurahan wajib memonitor persoalan tersebut. Apalagi mereka telah menandatangani komitmen atau fakta integritas agar bisa mencegah stunting bertambah.
"Ini lah masalah yang dihadapi. Pemkot Bontang mau bangun Jamban tapi terkendsla APBD yang seret. Biar warga tidak lagi BABS. Karena sanitasi yang buruk juga jadi salah satu faktor terjadi stunting, wasting dan berat badan kurang," ucap Neni kepada Klik Kaltim.
Lebih lanjut, salah satu upaya lain untuk menangani masalah tersebut Pemkot juga meminta perusahaan melakukan intervensi mendalam.
Seperti menjadi penanggung jawab pemenuhan vitamin tambahan. Karena Pemkot Bontang telah melakukan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Selain itu, Dinas Kesehatan diminta untuk memantau tumbuh kembang anak bahkan sejak masih dalam kandungan. Identifikasi berat badan anak dalam kandungan serta adanya kelainan bisa diketahui sejak didalam perut.
"Ini lah pentingnya edukasi. Kawasan kumuh Bontang juga lerlahan dibenerin. Biar warga bisa mendapatkan kehidupan yang layak," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: