Kemarau di Bontang; PDAM Gelar Salat Pemanggil Hujan, Air Mengalir Bergilir
PDAM Gelar shalat pemanggil hujan atau Istisqa (Ist).
BONTANG- Perusahaan Umum Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta Taman Bontang akan menerapkan distribusi air secara bergiliran di wilayah Kecamatan Bontang Barat dalam waktu dekat.
Distribusi air bergilir ini dilakukan karena produksi WTP di Kecamatan Bontang Barat turun sampai 50 persen. Sistem menyala bergilir masih akan dibahas dan dipastikan tidak mengganggu aktivitas warga.
Di Bontang Barat sendiri terdapat WTP. Diantaranya WTP Kanaan dan Advent. Keduanya memproduksi hampir 90 liter per detik. Akibat kemarau kapasitas produksi tersisa 45 liter per detik.
Kabar itu disampaikan Direktur Perundam Tirta Taman Suramin kepada Klik Kaltim. Kata dia faktor utama air menyala bergilir karena kemarau panjang.
Bahkan Perumda mencatat sudah satu bulan ke belakang air di bawah permukaan seret karena tidak ada serapan hujan. Apalagi Bontang masih mengharapkan air dari tanah.
"Kami masih susun jadwalnya. Tapi sudah kami putuskan sistem mengalir air di Bontang Barat akan berjadwal, tidak lagi menyala 24 jam," ucap Suramin.
Suramin mengaku telah menggelar salat Istisqa atau memanggil hujan dengan pada Jumat (14/8/2026) kemarin. Salat tersebut merupakan upaya meminta sang kuasa memberikan hujan.
"Kami bermunajat kepada sang pencipta untuk diberikan hujan segera. Kondisi air di Kecamatan Bontang Barat mengalami penurunan drastis," sambungnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: