•   24 September 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tarif PDAM Bisa Meroket 130 Persen; AH Sebut Harga Jual Desalinasi di Bontang Kemahalan

Bontang - M Rifki
23 September 2026
 
Tarif PDAM Bisa Meroket 130 Persen; AH Sebut Harga Jual Desalinasi di Bontang Kemahalan Wawali Kota Bontang Agus Haris.

BONTANG - Rencana investasi pengelolaan air laut menjadi air bersih di Bontang masih terhadang dengan harga jual yang dinilai masih sangat mahal.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendengar langsung investor asal Malaysia, MPDT Utility Sdn Bhd, yang menyebut harga jual air ke Perumdam Tirta Taman mencapai Rp14 ribu per kubik.

Nilai ini dinilai terlalu tinggi untuk dibeli. Sebab, Perumdam Tirta Taman akan kesulitan menentukan harga jual ke masyarakat.

Apalagi, saat ini harga pembelian air bersih rata-rata Rp6 ribu per kubik atau kemungkinan bakal terjadi lonjakan tarif hingga 133 persen. 

"Saya anggap itu kemahalan. Tapi ini kan masih permulaan. Mungkin akan ada negosiasi lanjutannya," ucap Agus Haris.

Lebih lanjut, di sela-sela silaturahmi pada Selasa (22/9/2026), MPDT Utility Sdn Bhd justru langsung meminta penandatanganan kerja sama.

Pria yang kerap disapa AH pun langsung blak-blakan menganggap permintaan itu terlalu prematur. Sebab, investor belum melampirkan studi kelayakan serta perencanaan yang matang sebelum berinvestasi.

"Permintaan itu tentu kami tidak terima. Karena kan harus ada tahapannya. Kalau langsung MoU terlalu tergesa-gesa. Baiknya mereka buat kajian," sambungnya.

Dari informasi yang diterima Klik Kaltim, investasi industri desalinasi dari perusahaan Malaysia ini bernilai Rp8 triliun. Lokasi pembangunan nantinya direncanakan di Bontang Lestari.

"Selain air bersih, industri desalinasi juga akan menghasilkan 5 ton garam per hari. Itu bisa memenuhi kebutuhan industri juga. Tapi ini masih awal, kami perlu pemaparan rinci," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, investor pengelolaan air laut asal Malaysia, MPDT Utility Sdn Bhd, kembali mencoba peruntungan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bontang pada 2026 ini.

Diketahui, manajemen investor telah menyosialisasikan rencana investasi jangka panjang mereka di hadapan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pada Selasa (22/9/2026) kemarin.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Aspiannur mengatakan kedatangan investor itu disambut baik. Mereka mulai mempresentasikan manajemen bisnis yang akan dilakukannya di Bontang untuk mengelola industri desalinasi (pengelolaan air laut).

"Kemarin mereka presentasi awal. Kami sambut baik lah karena investor yang mau tanam modal pengelolaan air laut," ucap Aspiannur.






TINGGALKAN KOMENTAR