Kasus Campak di Bontang Meningkat; Sudah 120 Anak Suspek, Ditemukan Hampir Merata di Seluruh Wilayah
Ilustrasi ChatGPT
BONTANG- Data terbaru kasus suspek penyakit Campak periode Januari - Maret 2026 mengalami penambahan menjadi 120 anak atau meningkat 22 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahtiar Mabe melalui Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Yusuf Lensa Hamdan mengatakan, penyebaran kasus ini terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bontang.
Kasus paling menonjol terjadi di Kelurahan Api-Api sebanyak 16 orang.
Disusul Kelurahan Tanjung Laut Indah, Loktuan, Gunung Elai masing-masing 14 kasus. Kemudian, di Kelurahan Tanjung Laut 12 orang. Selanjutnya Bontang Lestari ada 10 kasus.
Untuk Kelurahan Satimpo, Berebas Tengah dan Kelurahan Belimbing masing-masing 7 kasus. Untuk Kelurahan Bontang Kuala ada 6 kasus. Kemudian Kelurahan Gunung Telihan ada 5 kasus.
Kelurahan Kanaan ada 4 kasus. Berbas Pantai ada 1 kasus. Untuk Kelurahan Guntung tidak ditemukan data suspek Campak di 2026 ini.
"Data ini rerbaru ada 120 yang terkena suspek. Paling banyak Kelurahan Api-Api," ucap Yusuf.
Lebih lanjut, alasan utama masih banyaknya suspek campak karena tingkat vaksinasi rendah. Alasannya para orang tua mereka sebab beranggapan vaksin campak mengandung babi.
Padahal, dalam vaksin yang disiapkan oleh Pemkot Bontang udah dipastikan Halal. Karena memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.
Warga diminta untuk aktif ke posyandu. Bahkan kader posyandu juga musti aktif menjaring warga agar bisa mendapatkan vaksin lengkap campak. Sasarannya di anak usia 18 bulan sampai 59 bulan.
"Vaksin campak yang rendah menyebabkan adanya suspek. Memang bekum adabyang positif karena menunggu hasil lab," sambungnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: