•   23 January 2022 -

Ikut Angkat Bicara Soal Aksi Tahan Mobil CPO, Nursalam : Ini Puncak Kekecewaan Warga

Bontang - Asriani
25 Oktober 2021
Ikut Angkat Bicara Soal Aksi Tahan Mobil CPO, Nursalam : Ini Puncak Kekecewaan Warga Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursal saat menyambangi massa aksi di Jalan Ir Soekarno - Hatta, Senin (25/10/2021)/ Asrian - Klik Kaltim.

KLIKKALTIM.COM - Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam ikut angkat bicara atas aksi ormas Gerdayak yang menahan puluhan truk angkutan minyak sawit mentah atau CPO. 

Nursalam mengatakan, aksi itu merupakan antiklimaks dari kekesalan masyarakat terhadap perusahaan pengolahan minyak sawit. 

Pasalnya, masyarakat hanya menikmati jalanan rusak akibat dilalui mobil isotank CPO, sedangkan pekerja lokal minim diberdayakan.  

"Ini dari keresahan masyarakat yang memuncak," ungkapnya kepada awak media, Senin (25/10/2021) pagi.

Politisi Partai Golkar itu menilai, aktivitas angkutan perusahaan rutin berlalu lalang di jalanan. Akibatnya, jalanan yang semula mulus rusak karena mobil-mobil bertonase besar. 

Klik Juga : 22 Truk CPO Ditahan Ormas

Tuntutan ormas agar warga dipekerjakan di perusahaan, rupanya tak digubris mereka. 

"Saya kira ini puncak dari semua kekesalan mereka (masyarakat)," bebernya.

Menurutnya, aksi penahanan yang dilakukan ormas merupakan suatu pelajaran kepada perusahaan untuk lebih peka terhadap lingkungan di sekitar. 

Seharusnya, perusahaan bisa menunjukkan rasa kepedulian terhadap warga sekitar. 

"Saya kira ini pelajaran buat perusahaan untuk lebih memiliki sense of crisis pada lingkungan sekitar," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten manager External Relations, PT Energi Unggul Persada (EUP) Bontang, Jayadi mengakui bahwa memang ada permintaan mengenai pemberdayaan pekerja lokal, tapi usulan belum mendapat respon dari pusat.

Klik Juga : Beban Muatan Berlebih, Dishub Tilang Truk Angkutan CPO

"Sebelumnya memang mereka ada permintaan, sampai saat ini kan belum mendapat jawaban kita dari Jakarta," ujarnya.

Namun, kata dia, dengan cara menahan truk yang yang beroperasi seperti itu tak elok. Ia menyarankan agar ormas berunding bukan menahan unit perusahaan. 

Ia menjelaskan, ormas telah mengusulkan proposal dan ingin masuk sebagai sekuriti. Namun, kata Jayadi itu bukan persoalan mudah. 

"Mereka ada masukkan proposal cuma kan keputusannya di kantor pusat kami," jelasnya.

Artinya, pihak PT EUP telah merespon baik usulan itu, bahkan pertemuan selalu difasilitasi.




TINGGALKAN KOMENTAR