•   07 June 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Neni Perintahkan ASN dan Warga Kerja Bakti di 15 Kelurahan

Bontang - M Rifki
05 Juni 2026
 
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Neni Perintahkan ASN dan Warga Kerja Bakti di 15 Kelurahan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN), kelurahan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jumat (5/6/2026).

Instruksi tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Neni meminta seluruh lurah di 15 kelurahan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan, terutama kawasan yang masih dipenuhi sampah.

Menurutnya, wilayah pesisir menjadi salah satu fokus kegiatan karena masih kerap menghadapi persoalan penumpukan sampah.

“Saya perintahkan semua untuk terlibat. Ini bagian dari upaya kita menjaga bumi agar tetap bersih dan sehat,” kata Neni.

Selain menggelar kerja bakti, Neni juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dengan mulai memilah sampah dari rumah tangga sebelum dibuang ke tempat penampungan.

Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bontang. Sebab, hingga saat ini masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan dan belum terbiasa melakukan pemilahan sampah.

Pemkot Bontang mencatat produksi sampah di kota ini mencapai sekitar 75 ton per hari. Di sisi lain, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) juga mulai mengalami tekanan akibat tingginya volume sampah yang masuk setiap hari.

Karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah rumah tangga.

“Keadaan TPA juga sudah cukup krisis. Karena itu kita harus mulai mengubah budaya dan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR