Dua Dapur MBG di Bontang Selatan Sudah Berhenti Beroperasi Sejak 3 Bulan, Tak Penuhi Syarat
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Bontang Surya Dwi Saputra. (Klik Kaltim)
BONTANG – Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang Selatan masih berhenti beroperasi hingga Agustus 2026.
Kondisi ini membuat sekitar 5 ribu penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil dan menyusui, belum mendapatkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama tiga bulan terakhir.
Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra mengatakan, kedua dapur tersebut masing-masing berada di Kelurahan Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.
Keduanya diketahui, berhenti beroperasi sejak Mei 2026 karena belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian operasional dilakukan karena kedua dapur tersebuImbas penghentian operasional tersebut, hingga saat ini sekitar 5 ribu penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui tidak mendapatkan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Satu di Tanjung Laut dan satunya di Tanjung Laut Indah. Mereka masih belum beroperasi. Sudah tiga bulan lamanya, 5 ribu penerima tidak dapat MBG juga,” ucap Surya.
Lebih lanjut, selain kedua dapur tersebut, Surya mengatakan terdapat satu dapur di SPPG Bontang Utara yang juga berhenti beroperasi.
Penghentian dilakukan karena adanya dugaan kasus mual dan muntah beberapa waktu lalu.
SPPG tersebut dapat kembali beroperasi setelah hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang keluar dan dinyatakan aman untuk beroperasi.
“SPPG Bontang Utara 2 dihentikan juga,” sambungnya.
Di akhir, Surya memastikan seluruh mekanisme pelaksanaan MBG tetap dalam pengawasan ketat. Setiap dapur telah diminta berkomitmen untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
“Kalau ada yang melanggar pasti akan ada konsekuensi,” pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: