Jumlah Korban Diduga Keracunan Makanan MBG Bertambah di Bontang
Dapur SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun (Klik Kaltim).
BONTANG - Jumlah korban menderita mual dan muntah diduga karena keracunan usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur Bontang Utara 2 bertambah.
Lurah Tanjung Laut Indah Elis Biantoro mengatakan, hasil koordinasi dengan Kepala SPPG Bontang Utara 2 sementara data korban dengan keluhan yang sama berjumlah 24 orang. Belakangan klik kaltim menerima informasi total korban yang diduga keracunan bertambah menjadi 31 orang.
Adapun para korban tersebar di sejumlah sekolah dengan rincian, SD Negeri 012 BS ada 11 siswa dan 7 guru. SD Muhamadiyah terdapat 1 siswa, dan PAUD Al-Hikmah berjumlah 5 siswa. Kemudian, SMPN 1 Bontang 6 orang murid dan 1 orang guru.
"Tadi kami koordinasi ternyata bertambah mas. Keluhannya sama mual dan muntah. Ini dugaan yah kami masih menunggu hasil resminya," ucap Elis.
Lebih lanjut Elis mengaku intens berkomunikasi dengan pengelola dapur Bontang Utara 2. Karena sebagian distribusi MBG mereka disalurkan ke Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Klaim pengelola dapur dalam mitigasi mengurai masalah juga berjalan. Pasca mendapatkan laporan pemilik dapur bahkan mendatsngi korban untuk dimintai keterangan.
"Sampling mereka sudah dikirim ke Dinkes. Hari ini saya liat MBG tetap terdistribusi juga," tuturnya.
Di kesempatan berbeda, Mitra SPPG Bontang Utara 2, Rahmawati, memastikan proses distribusi makanan pada hari kejadian telah mengikuti SOP yang berlaku.
Menurutnya, makanan mulai dimasak sekitar pukul 07.00 Wita dan didistribusikan ke SD Negeri 012 Bontang Selatan sekitar pukul 10.00 Wita. Keluhan baru diterima sekitar pukul 14.00 Wita atau empat jam setelah makanan diantar.
Karena itu, menurut Rahmawati, belum bisa disimpulkan bahwa keluhan mual dan muntah tersebut disebabkan oleh MBG. Seluruh proses masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium.
"Sudah sesuai SOP. Makanan dimasak pukul 07.00 Wita. Saat dimasukkan ke ompreng juga kami pastikan sayurnya tidak dalam kondisi panas agar tidak mudah basi," ungkap Rahmawati.
Sebelumnya, sejumlah wali murid mengeluhkan anak-anak mereka mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG. Informasi tersebut kemudian ramai beredar di media sosial.
Salah seorang wali murid mengaku melihat beberapa siswa mengeluh sakit perut dan muntah saat dijemput dari sekolah. Di rumah, ia juga mendapati grup Paguyuban Kelas 1 SD Negeri 012 Bontang Selatan dipenuhi laporan serupa dari orang tua siswa.
"Anak saya memang tidak makan MBG. Tapi teman-teman sekelasnya banyak yang kena. Grup paguyuban juga langsung ramai," tuturnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: