•   13 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

DPRD Bontang Dalami Dugaan Pungli Jargas, Kontraktor Sebut Ulah Oknum Pekerja

Bontang - M Rifki
13 Mei 2026
 
DPRD Bontang Dalami Dugaan Pungli Jargas, Kontraktor Sebut Ulah Oknum Pekerja Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam (tiga dari kiri) memanggil perwakilan kontraktor pelaksana program Jaringan Gas (Jargas), Selasa (12/5/2026).

BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, memanggil perwakilan kontraktor pelaksana program Jaringan Gas (Jargas) gratis menyusul munculnya dugaan pungutan liar di lapangan, Selasa (12/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rustam menegaskan bahwa berdasarkan penjelasan pihak kontraktor, program Jargas gratis tidak memungut biaya apa pun kepada masyarakat. Jika ditemukan adanya permintaan uang, hal itu disebut sebagai tindakan oknum pekerja lapangan dan bukan kebijakan resmi perusahaan.

“Jadi sudah saya panggil. Itu perbuatan oknum dan katanya kontraktor akan melakukan penelusuran,” ujar Rustam kepada awak media.

Menurutnya, pihak kontraktor juga telah mendatangi Ketua RT serta warga terkait untuk memberikan kepastian bahwa rumah penerima manfaat tetap akan dipasang Jargas sesuai data yang telah terverifikasi, dengan total 10.553 sambungan rumah tangga.

Rustam memastikan PT Noorel Idea selaku kontraktor pelaksana tidak pernah mewajibkan pungutan dalam bentuk apa pun. Ia bahkan menegaskan pekerja yang terbukti meminta uang kepada warga akan langsung diberhentikan.

“Warga dapat sampai kompornya. Jadi tidak ada biaya. Kalau ada yang meminta uang, itu pungutan liar. Mungkin hanya dari pekerja galian saja, kemarin itu miss komunikasi,” tegasnya.

Sementara itu, Construction Manager PT Noorel Idea, Mulya Munir, menjelaskan hasil penelusuran di RT 55 Kelurahan Berebas Tengah menunjukkan persoalan tersebut terjadi akibat kesalahan penyampaian informasi di lapangan.

Ia menyebut rumah warga bernama Gunawan memang memiliki jalur pipa yang harus melintas di lahan warga lain. Dalam komunikasi di lapangan, muncul pembahasan terkait tambahan upah pekerja, namun hal itu tidak dibenarkan perusahaan.

“Bahasanya saja yang salah. Tapi kami sudah meminta maaf kepada warga dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Itu murni dari pekerja galian,” jelas Mulya.

Mulya menambahkan, PT Noorel Idea mengerahkan sekitar 150 pekerja dalam proyek pemasangan Jargas di Bontang dengan pengawasan empat mandor lapangan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak memberikan uang tunai kepada siapa pun yang mengatasnamakan pekerja Jargas. Jika ingin memberi apresiasi, warga cukup memberikan makanan atau minuman tanpa uang.

“Tidak ada biaya. Kalau mau memberi, silakan makanan saja, bukan uang tunai,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan dugaan pungutan di lapangan melalui nomor pengaduan 0823 4267 7685.

“Kami akan usut tuntas. Oknum yang meminta akan kami pulangkan, dan kami pastikan rumah penerima manfaat tetap dipasang,” pungkasnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR