DPMPTSP Bontang: Peran Buruh Krusial dalam Menopang Ekonomi Daerah
Kepala DPM-PTSP Bontang Muhammad Aspiannur.
BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang mendorong, peran pekerja dalam menjaga stabilitas industri dan memperkuat pertumbuhan ekonomi kota.
Kepala DPM-PTSP Bontang Muhammad Aspiannur menyatakan buruh merupakan pilar utama dalam keberlangsungan dunia usaha dan industri di Bontang. Menurutnya, tanpa kontribusi tenaga kerja, kemajuan investasi dan pembangunan daerah sulit terwujud.
“Pekerja adalah motor penggerak utama yang memastikan aktivitas industri tetap berjalan optimal. Mereka bukan sekadar bagian dari sistem, tetapi fondasi dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Aspiannur belum lama ini.
Dalam kaitannya dengan investasi, DPM-PTSP tak hanya fokus pada kemudahan perizinan dan promosi usaha, tetapi juga menekankan pentingnya tanggung jawab sosial investor terhadap tenaga kerja lokal. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan buruh harus menjadi bagian dari strategi investasi.
“Kami ingin para investor yang datang ke Bontang membawa dampak langsung bagi masyarakat, khususnya buruh lokal. Baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” jelasnya.
Aspiannur menambahkan, secara aktif menjalin komunikasi dengan pelaku industri guna memastikan terciptanya iklim kerja yang inklusif dan sehat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan buruh menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan.
Sebagai bentuk apresiasi, Aspiannur menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pekerja di Kota Bontang atas kontribusi nyata mereka dalam pembangunan kota.
“Peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni, tapi momentum untuk mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak terlepas dari peran besar para pekerja. Semangat mereka adalah cerminan semangat Bontang untuk terus maju,” tandasnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: