Disdamkartan Bontang Gelar Apel Ikrar Perangi Narkoba, Neni; Jangan Sekadar Ucapan
Disdamkartan menggelar apel komitmen perang terhadap narkoba, Kamis (5/2/2026) pagi.
BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang tercatat sebagai salah satu OPD dengan jumlah pegawai positif narkoba terbanyak dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data internal, pada 2023 terdapat empat pegawai yang terjaring kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Kemudian pada 2024 kembali ditemukan dua orang, yang merupakan nama yang sama dari kasus tahun sebelumnya. Sementara pada 2025, tiga pegawai kembali dinyatakan positif narkoba.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan alasan klasik yang kerap muncul dari oknum pegawai adalah tuntutan pekerjaan yang berat sehingga membutuhkan “doping”. Namun ia menegaskan, hal tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Alasan pekerjaan berat itu bukan sikap yang terpuji dan tidak bisa dibenarkan,” tegas Amiluddin saat menyampaikan sambutan di agenda apel komitmen perang terhadap narkoba, Kamis (5/2/2026) pagi.
Amiluddin memastikan setiap pegawai yang terbukti menggunakan narkoba telah diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Bagi pegawai berstatus honorer, kontrak kerja tidak diperpanjang. Sedangkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), dijatuhi hukuman disiplin berupa penurunan pangkat.
Ia juga menyatakan Disdamkartan siap menjadi OPD pertama yang menjalani tes urine dalam program deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemkot Bontang.
“Kami sudah apel dan membacakan ikrar perang terhadap narkoba. Ini bentuk komitmen kami,” ujarnya.
Apel komitmen perang terhadap narkoba tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni. Dalam sambutannya, Neni mengingatkan seluruh personel Disdamkartan agar menjaga disiplin dan menjauhi narkoba.
Menurutnya, dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga berdampak besar pada keluarga dan kinerja instansi.
“Jangan ikrar ini hanya jadi ucapan. Harus dijalankan dengan komitmen. Damkar adalah ujung tombak misi kemanusiaan, jangan sampai citra itu tercoreng,” tegas Neni.
Ia menambahkan, tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan merupakan pekerjaan mulia yang bersentuhan langsung dengan aksi sosial dan keselamatan masyarakat. Karena itu, integritas dan kedisiplinan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: