APBD Bontang Diproyeksi Turun di 2027, Pemkot Pastikan Insentif Guru Swasta Tetap Aman
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan insentif guru swasta sebesar Rp2 juta per bulan tidak akan mengalami pemotongan meski APBD Bontang diproyeksikan menurun pada 2027 mendatang.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Wakil Wali Kota Agus Haris dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru swasta.
Neni mengatakan, pemotongan insentif akan berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi para guru, terutama karena penghasilan dari sekolah swasta dinilai belum tentu cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kami akan tetap mempertahankan insentif ini. Kami tidak ingin anggaran yang terbatas justru berdampak pada insentif yang baru saja dinaikkan,” kata Neni Moerniaeni.
Lebih lanjut, ia meminta guru swasta tetap profesional dalam menjalankan tugas dan memastikan peserta didik mendapatkan pendidikan yang baik.
Di sisi lain, Pemkot Bontang juga terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru swasta agar mampu memberikan layanan pendidikan terbaik.
Saat ini, insentif guru swasta di Bontang sebesar Rp2 juta per bulan. Selama ini pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang berencana mengubah mekanisme pencairan menjadi setiap bulan.
“Nanti menurut Disdikbud akan dicairkan per bulan. Ini juga untuk memastikan pendapatan guru tetap terjaga,” sambungnya.
Diketahui, APBD Bontang pada 2027 diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp1,9 triliun. Adapun anggaran insentif guru swasta masuk dalam pos belanja pendidikan.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: