98 Bayi di Bontang Suspek Penyakit Campak; Dinkes Beber Alasannya
Ilustrasi balita terjangkit campak. (ChatGPT)
BONTANG- Sebanyak 98 bayi di Bontang tercatat suspek penyakit campak selama 2 bulan terakhir. Pemerintah masih perlu menguji di laboratorium untuk memastikan para balita ini positif atau tidak.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahtiar Mabe melalui Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Yusuf Lensa Hamdan mengatakan, penyakit campak ialah infeksi virus yang sangat menular, ditandai dengan demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit.
Di Bontang sendiri fasilitas kesehatan dipersiapkan untuk melakukan mitigasi saat mendapati pasien tersuspek. Kemudian petugas melakukan investigasi penyebab sang bayi terjangkit campak.
Biasanya anak bisa terkena campak karena tidak melakukan vaksinasi. Vaksin itu diyakini bisa membentengi imun anak untuk terhindar dari penyakit campak.
"Kalau awal tahun ini yang tersuspek ada 98 anak. Tapi untuk memastikan menunggu hasil laboratorium. Saat ini belum ada positif campak tami kami pantau mereka yang teridentifikasi," ucapnya.
Tren persebaran campak di Bontang memang diakui cukup rentan. Pada 2025 lalu misalnya Dinkes mencatat ada 236 teridentifikasi. Kemudian hasil lab yang menunjukkan positif ada sekitar 72 kasus.
Lebih lanjut Dinkes akan melakukan penelusuran realisasi vaksinisasi bagi bayi khusus campak. Idealnya setiap daerah harus mencapai minimal 95 persen cakupan.
"Kalau di Bontang masih on Progress. Kader posyandu juga diminta aktif jemput bola," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: