•   03 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

4 Hari Diluncurkan, Permohonan Adminduk di Pondok Pasilan Capai 176 Dokumen 

Bontang - Asriani
03 April 2026
 
4 Hari Diluncurkan, Permohonan Adminduk di Pondok Pasilan Capai 176 Dokumen  Warga mengurus administrasi kependudukan melalui program pondok Pasilan di Kantor Disdukcapil Bontang, Kamis (2/4/2026).

Bontang - Aplikasi Pelayanan Online Dokumen Pencatatan Sipil dan Kependudukan (Pondok Pasilan) milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang, mulai mendapat respons positif dari masyarakat. 

Dalam empat hari masa soft launching alias peluncuran awal, permohonan layanan administrasi kependudukan yang masuk tercatat mencapai 176 dokumen.

Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman melalui Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Syamsu Wardi mengatakan, sejak diluncurkan pada 30 Maret hingga 2 April 2026, jumlah pengguna yang telah mendaftar cukup signifikan, yakni 259 akun.

“Sejak soft launching, jumlah user sudah 259 akun, dan total permohonan dokumen adminduk mencapai 176 dokumen dalam empat hari,” ungkapnya, Kamis (2/04/2026).

Menurutnya, tren tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan digital yang baru diperkenalkan. 

Ia menjelaskan, pengembangan aplikasi ini telah dilakukan sejak akhir tahun 2025. Prosesnya pun melalui berbagai tahapan uji coba hingga akhirnya dinyatakan layak untuk dipublikasikan pada Maret 2026 kemarin.

“Memang butuh proses dan waktu. Setelah melalui uji coba, akhirnya dinyatakan layak untuk dipublish dan kami mulai implementasikan,” jelasnya.

Sebelum peluncuran awal, pihaknya juga menggelar bimbingan teknis bagi operator pada hari Sabtu 28 Maret kemarin, Setelah itu, diputuskan untuk melakukan soft launching pada Senin, 30 Maret sebagai tahap awal pengenalan kepada masyarakat.

Selama masa ini, layanan masih dilakukan secara bertahap. Untuk kebutuhan mendesak, masyarakat tetap dilayani secara manual. Sementara layanan umum seperti perubahan alamat dan biodata diarahkan melalui aplikasi.

“Ini bagian dari orientasi, baik untuk operator maupun masyarakat. Kami ingin mereka mulai terbiasa menggunakan layanan digital,” katanya.






TINGGALKAN KOMENTAR