•   15 July 2024 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Keluarga Korban Kapal Terbalik Akan Tempuh Jalur Hukum

Berau - M Hidayat
04 Januari 2018
 
Keluarga Korban Kapal Terbalik Akan Tempuh Jalur Hukum Keluarga Felicia dan Natasya tabur bunga saat pemakaman (Foto: Dayat)

KLIKKALTIM.COM - Kepergian Felicia dan Natasya, dua korban terbaliknya kapal Anugrah Express di Perairan Sungai Kayan Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, pada Senin (1/1) lalu. Masih menyisakan tanda tanya dari pihak keluarga.

Paman korban, Hariono Ismanto, mengaku jika pihak keluarga akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, serta meminta tanggungjawab dari pengelola kapal selaku penyedia jasa penyeberangan.

Hal tersebut kata Hariono bukan tanpa alasan, sebab ada indikasi kelalaian (human error) hingga menyebabkan kapal Anugrah Express terbalik beberapa saat setelah meninggalkan dermaga Kayan II Bulungan, Kalimantan Utara.

Menurut dia, dari informasi yang diterima, motoris speedboat kala itu bukan orang yang sama seperti biasanya. Akan tetapi seorang motoris pengganti, yang kemungkinan belum berpengalaman.

"Kami tidak terima jika ini dikatakan hanya musibah. Sebab jelas ada kelalaian manusia di dalamnya. Apalagi kami mendapat informasi jika motoris itu bukan yang asli, melainkan digantikan," ujarnya saat ditemui KlikBerau (KlikGroup) di rumah duka. Kamis (4/1) pagi.

Baca Juga: Hujan Air Mata Iringi Kepergian Felicia dan Natasya

"Menurut kami aneh saja, dalam waktu empat menit perjalanan, speed sudah terbalik, itu kan aneh. Kecepatan speed berapa?, " tandas Hariono Ismanto.

Selain itu, ia pun menduga kapal cepat tersebut mengalami over kapasitas, dilihat dari manifest yang tidak sesuai dengan jumlah total penumpang.

"Kami menduga speed juga over kapasitas. Bayangkan saja, penumpang mencapai 51 orang. Ditambah lagi saat ditemukan kedua keponakan saya tidak menggunakan pelampung, padahal itu safety utama yang wajib dimiliki setiap penyedia jasa pelayaran," tegas Hariono.

Ia pun mengaku telah berkomunikasi dengan pengacara, terkait tuntutan yang akan dilayangkannya dan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

"Saat ini masih menunggu kepastian pengacara. Jelas kami akan membawa persoalan ini. Meski semua sudah ikhlas, upaya hukum tetap kami lanjutkan, agar tidak ada korban lain akibat kelalaian ataupun kejadian serupa," pungkasnya.(*)






TINGGALKAN KOMENTAR