Upaya Cegah Stunting, RSUD Bontang Rutin Buka Kelas ASI Bagi Ibu Menyusui
Konselor Menyusui Klinik Laktasi RSUD Taman Husada Bontang dr Siti Aisyatur Ridha (Dok/Ist/Klikkaltim).
KLIKKALTIM.COM - RSUD Taman Husada membuka kelas ASI secara rutin, bagi ibu yang baru melahirkan, di klinik laktasi.
Dalam kelas ini, konselor memberikan edukasi dalam proses menyusui. Konselor Menyusui Klinik Laktasi RSUD Taman Husada Bontang dr Siti Aisyatur Ridha mengatakan, proses menyusui merupakan hakikat karunia pemberian Tuhan kepada seorang ibu setelah melahirkan.
Sehingga, edukasi tentang menyusui penting diberikan bagi orang tua bayi yang memiliki kendala dalam hal menyusui, setelah melahirkan secara normal maupun operasi sesar.
“Kami menjelaskan mengenai bagaimana proses menyusui, hal apa yang harus dilakukan dan diketahui ibu pada saat menyusui misalnya teknik posisi dan pelekatan. Hal-hal yang dapat menurunkan dan meningkatkan produksi ASI hingga pemberian dukungan dari ayah bayi dengan memberikan teknik pijat oksitosin yaitu memijat punggung si ibu bayi,” kata Dokter Ridha sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, (19/3/2024).
Tak hanya teori tentang menyusui, ia mengatakan, di dalam kelas juga diberikan kesempatan praktik langsung menggunakan alat peraga. Dan praktik menyusui langsung pada bayinya.
Harapannya, pemahaman proses menyusui ini sebagai salah satu upaya pencegahan stunting di 1.000 hari pertama kehidupan. Sehingga, kelak bayi menjadi sehat.
“Kalau di ruang flamboyan (rawat gabung kebidanan) kami baik dokter maupun bidan rutin memberikan pengetahuan dan motivasi menyusui. Sehingga saat pulang dari rumah sakit, proses menyusui dapat berhasil," terangnya.
Dokter Ridha mengatakan, ASI tak bisa diganti dengan minuman lain. Apabila sudah waktunya, bayi harus mendapatkan ASI eksklusif. Kecuali ada kondisi khusus.
Ia mencontohkan, bayi yang dirawat di ruang perinatologi. Apabila ada bayi yang masih belum bisa menyusui langsung dapat dilakukan pemberian ASI perah dari sang ibu.
“Ada bayi yang belum bisa menyusui langsung. Itu kadang menjadi dilema. Seharusnya bayi-bayi pada kondisi normal dapat menyusui langsung. Kalau terpisah itu menjadi kecemasan dari ibu bayi. Hal ini dapat berpengaruh pada penurunan produksi ASI. Oleh karena itu kami hadir memberikan dukungan dan motivasi untuk para ibu,” tandasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: