Tertanggung BPJS Kesehatan, RSUD Taman Husada Hadirkan Layanan MRI untuk Diagnosa Kelainan Saraf
Humas RSUD Taman Husada, dr. Siti Aisyatur Ridha
BONTANG – RSUD Taman Husada mewujudkan komitmennya tentang akses layanan Magnetic Resonance Imaging bisa diakses masyarakat dengan biaya terjangkau. Bahkan, pengobatan tertanggung atau gratis bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Sehingga pelanggan setia rumah sakit pelat merah ini dapat mengaksesnya tanpa harus khawatir soal biaya.
“Bagi peserta BPJS, layanan MRI ini sudah tercover sepenuhnya. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan ini tetapi khawatir dengan biaya,” ungkap Humas RSUD Taman Husada, dr. Siti Aisyatur Ridha saat dikonfirmasi, Senin (14/10/2024).
Lebih lanjut, dr Ridha -sapaan akrabnya- mengatakan, keberadaan layanan ini juga mengurangi kebutuhan pasien untuk bepergian ke luar kota demi mendapatkan pemeriksaan serupa. Harapannya, fasilitas ini dapat mempercepat proses diagnosa dan tindakan medis bagi pasien di Bontang.
“Kami berkomitmen agar masyarakat Bontang bisa mendapatkan layanan MRI berkualitas tanpa harus keluar kota. Hal ini sekaligus mempersingkat waktu diagnosa dan pengobatan,” imbuhnya.
Ia mengatakan, dengan hasil MRI yang cepat dan akurat, dokter dapat segera menentukan langkah medis yang diperlukan, sehingga meningkatkan efektivitas perawatan. Layanan MRI di RSUD Taman Husada terbuka untuk semua pasien, baik pengguna BPJS maupun non-BPJS.
“Kami memastikan semua pasien dapat mengakses fasilitas ini. Dengan teknologi ini, diagnosa bisa lebih tepat, dan tindakan medis dapat dilakukan lebih cepat, meningkatkan peluang kesembuhan pasien,” terangnya.
Diklaim, layanan MRI sebagai langkah inovatif untuk meningkatkan fasilitas kesehatan. Teknologi ini memungkinkan diagnosa lebih akurat, terutama untuk kelainan saraf, otak, sendi, tulang, dan jaringan lunak.
Menurut dr Ridha, teknologi MRI menjadi pilihan unggulan karena tidak menggunakan radiasi, sehingga aman bagi pasien, termasuk ibu hamil dan mereka yang sensitif terhadap radiasi.
“Keunggulan teknologi ini terletak pada keamanannya. Bahkan pasien dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil, dapat menggunakan layanan ini tanpa risiko paparan radiasi,” tambahnya.
Pada beberapa kasus, dokter menggunakan zat pewarna khusus untuk memperjelas hasil pemindaian. Metode ini membantu mendapatkan gambar yang lebih rinci, khususnya untuk memeriksa jaringan atau saraf yang sulit dijangkau.
MRI bekerja dengan memanfaatkan gelombang radio dan medan magnetik, memberikan alternatif yang lebih aman dibandingkan prosedur berbasis radiasi seperti radioterapi atau CT Scan.
“MRI adalah metode terbaik untuk mendiagnosa gangguan saraf atau kelainan lainnya yang tidak terdeteksi dengan alat seperti CT Scan. Alat ini sangat aman dan menghasilkan gambar yang sangat akurat,” jelasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: