•   06 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tertanggung BPJS Kesehatan, RSUD Bontang Beri Layanan Cuci Darah Bagi Anak

Advertorial - Redaksi
16 Maret 2024
 
Tertanggung BPJS Kesehatan, RSUD Bontang Beri Layanan Cuci Darah Bagi Anak Pelayanan cuci darah di Ruang Hemodialisa di Gedung RSUD Taman Husada Bontang, Belimbing, Bontang Barat. (Dok/Ist/Klikkaltim).

KLIKKALTIM.COM - Penyakit ginjal kini tak lagi memandang usia pun kelompok anak-anak juga bisa terjangkit. Kasus gangguan ginjal mengalami kerusakan atau penurunan fungsi menjadi perhatian tenaga medis di RSUD Taman Husada Bontang. 

Penyakit ginjal yang menyerang usia anak-anak ini mendapat perhatian dari RSUD Taman Husada Bontang, dengan memberikan layanan cuci darah secara rutin.

Bahkan, pelayanan prima bagi pasien di Ruang Hemodialisa RSUD Bontang pun sudah tertanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Terlebih, kehadiran pelayanan ini memberi kemudahan bagi pasien, karena tak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

Kepala Ruangan Hemodialisa RSUD Taman Husada Bontang Salawati S Kep.NS mengatakan, bagi anak-anak akan mendapat dua layanan unggul di hemodialisa, yakni layanan hemodialisis. Metode yang digunakan dalam layanan cuci darah menggunakan mesin dialisis. Seperti ginjal buatan. 

Kemudian, layanan Continous Ambulatori Peritoneal Dialisis (CAPD) atau dialisis mandiri. Menurutnya, pasien yang baru mendapat penanganan akan diberikan layanan hemodialisis terlebih dahulu. 

Tetapi, apabila pasien bersedia, maka akan diberikan layanan CAPD. "Pemberian layanan CAPD tergantung persetujuan pasien dan keluarga. Kelebihan layanan ini bisa cuci darah dimana saja," kata Salawati saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2024).

Namun, ia menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pasien agar bisa mendapat pelayanan ini yakni, usia dan berat badan.

"Usia atau umur pasien anak harus sesuai kualifikasi," ucapnya.

Ia mencontohkan, pasien A yang berumur 13 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata berat badannya tak ideal atau belum memenuhi standar. 

Maka, pasien tersebut tak bisa mendapat layanan di RSUD Bontang. 

"Saat ini kami sudah merawat pasien anak berumur 12 hingga 17 tahun," terangnya.






TINGGALKAN KOMENTAR