Manfaatkan Lahan Terbatas di Sekolah; Disdikbud Luncurkan Program Menanam di Hidroponik dan Polybag
Launching program smartani dengan menanam perdana bibit kangkung di SDN 009 Bontang Utara
BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengajak sekolah mulai menerapkan urban farming dengan memanfaatkan media tanam hidroponik dan polybag.
Tujuan ini dinilai menjadi solusi bercocok tanam di lingkungan sekolah yang memiliki lahan terbatas
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muhammad Arfa menysmpaikan, konsep menanam saat ini tidak harus menggunakan media tanam luas. Sekolah tetap bisa menghadirkan area hijau dengan memanfaatkan media tanam praktis dan mudah diterapkan.
"Sekarang kita harus berinovasi dengan memanfaatkan dengan media-media tanam lainnya seperti hidroponik, seperti tadi pemanfaatan menggunakan polybag," ujarnya usai menghadiri launching smartani , Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, memanfaatkan hidroponik maupun polybag dapat diterapkan hampir di seluruh sekolah, termasuk yang berada di kawasan padat dan minim ruang terbuka. Selain mudah dirawat, metode tersebut juga dinilai efektif untuk mengenalkan siswa pada proses bercocok tanam.
Pun ia berharap, program urban farming juga mampu mengubah lingkungan sekolah yang masih terlihat gersang menjadi lebih hijau dan nyaman. Pun, tanaman yang dibudidayakan nantinya tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
"Tanaman seperti kangkung yang ditanam di SDN 009 Bontang Utara juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan," jelas Muhammad Arfa.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: