Kenali Gejala DBD Sebelum Terlambat, Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Beri Tips Begini
Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Bontang dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A saat ditemui di poliklinik. (Dok/Klikkaltim)
KLIKKALTIM.COM - RSUD Taman Husada Bontang memberikan pelayanan prima bagi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).
Komitmen dalam optimalisasi pelayanan terus diwujudkan, lantaran terjadi peningkatan kasus DBD dalam beberapa pekan terakhir di Kota Bontang, Senin (20/5/2024).
"DBD itu nyata adanya, bukan penyakit remeh. Jadi kalau sudah mengalami kondisi gawat, dapat menyebabkan kondisi kritis bahkan meninggal dunia," kata Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Bontang dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A saat dikonfirmasi," Senin (20/5).
Ia menuturkan, penularan infeksi virus melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini butuh penanggulangan intensif, karena demam tinggi yang terjadi kepada pasien.
Sehingga, pelayanan unggul bagi pasien yang mengalami DBD, untuk menjalani rawat inap.
Menurutnya, perawatan ini penting dilakukan untuk memonitoring kondisi klinis, evaluasi laboratorium, dan pemberian cairan secara intensif.
“Perbandingannya, dari 100 anak yang menderita DBD, akan didapati dua anak atau lebih yang mengalami DBD berat atau kondisi kritis. Untuk itulah penderita DBD perlu dilakukan rawat inap. Para Tenaga Kesehatan (Nakes) akan merawat pasien secara intensif,” kata dr Arllita sapaan akrabnya, Senin (20/5).
Ciri-Ciri Terjangkit DBD
Ia menjelaskan, DBD mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, pasien akan mengalami demam tinggi secara terus menerus selama 3 hingga 7 hari.
"Meski sudah diberi obat turun panas tapi tak kunjung menurun. Atau turun sedikit, kemudian naik lagi," terangya.
Kedua, pusing. Ketiga, nyeri dibelakang mata seperti cenut-cenut. Keempat, nyeri tulang dan nyeri sendi. Terakhir, sakit perut, mual dan muntah.
Menurutnya, apabila anggota keluarga dirumah, semisal anak mengalami kondisi tersebut. Maka disarankan segera melakukan pemeriksaan.
Sebab, apabila lambat penanganan, maka dapat menyebabkan risiko kritis. “Gejala utamanya demam, tapi bisa disertai gejala lain seperti batuk, pilek, kejang dan mencret. Jika anak mengalami kondisi seperti itu, baiknya lakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah DBD atau tidak,” tandasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: