Idap Speech Delay, Ini Saran Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RSUD Bontang
Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Bontang dr Rahmawaty Dian Sp. KFR saat ditemui di ruang pelayanan. (Dok/Klikkaltim)
KLIKKALTIM.COM - Gangguan wicara (Speech delay) merupakan keterlambatan kemampuan anak dalam menyampaikan sesuatu atau berbicara. Bahkan, tak mampu menyampaikan isi pikirannya dengan baik, sehingga kata-katanya sulit dipahami.
Pada kondisi itu, pengidap gangguan wicara mampu mengucapkan kata-kata. Namun, mengalami kesulitan dalam menghubungkannya.
Faktanya, sebagian kasus gangguan wicara membutuhkan terapi dan intervensi dokter dalam mengatasinya.
Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Bontang dr Rahmawaty Dian Sp. KFR menuturkan, adapun ciri-ciri anak yang mengalami speech delay, yakni jarang mengeluarkan dan merespons suara, tidak mengerti gestur orang sekitar, dan tidak memiliki kemampuan konsonan sesuai usia.
Namun, sebelum fase terapi mulai diberikan, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap riwayat penyakit pasien.
Setelah itu, maka akan diputuskan untuk penanganannya. “Harus dilakukan pemeriksaan riwayat pasien. Mencari tahu penyebabnya, karena tidak semua gangguan bicara terjadi karena bawaan lahir," kata Dokter Dian sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/4/2024).
Ia menjelaskan, untuk mengatasi masalah keterlambatan bicara pada anak dibutuhkan terapi yang komprehensif.
Adapun terapi yang diberikan sesuai kebutuhan anak dan dilakukan secara komprehensif. Mulai dari terapi fisik atau fisioterapi, terapi wicara dan terapi okupasi.
"Selain menangani pasien dewasa, instalasi rehabilitasi medik juga melayani kasus tumbuh kembang anak, salah satunya gangguan wicara," terangnya.
Ia menuturkan, layanan yang diberikan bagi pasien, kini sudah tertanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan akses bagi peserta BPJS Kesehatan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di klinik rehabilitasi medik," tandasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: