•   06 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Derita Gangguan Kecemasan, Begini Tips dari Dokter Spesialis Jiwa RSUD Bontang

Advertorial - Redaksi
24 Maret 2024
 
Derita Gangguan Kecemasan, Begini Tips dari Dokter Spesialis Jiwa RSUD Bontang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Taman Husada Bontang dr Dewi Maharni, Sp.KJ saat ditemui di klinik jiwa. (Dok/Klikkaltim)

KLIKKALTIM.COM – Psikosomatis merupakan keluhan gejala fisik yang muncul akibat pikiran dan emosi yang dirasakan seseorang. 

Contoh kasus, gangguan yang muncul berupa keluhan fisik. Pasien yang mempunyai penyakit lambung atau maag yang sudah lama. Dan sudah diobati, tetapi tak kunjung sembuh. Dalam aktivitas kesehariannya. Apabila seseorang mengalami kecemasan, maka akan memicu naiknya asam lambung dengan gejala yang muncul berupa nyeri ulu hati, dan mual. Bahkan, muntah. 

Sehingga, membuat dirinya bertambah cemas. Dan dibalik keluhan itu ternyata ada gangguan kejiwaan yang mendasari seperti stres, cemas dan depresi. 

Padahal sebelumnya, secara fisik penyakit yang diderita pasien telah melalui pengobatan. Namun tak kunjung sembuh dan keluhannya tetap ada. 

“Pasien dengan gangguan cemas, depresi dan psikosomatis paling banyak kami layani. Biasanya, pasien-pasien ini dirujuk dari PPK 1 atau dokter spesialis lain,” kata Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Taman Husada Bontang dr Dewi Maharni, Sp.KJ saat dikonfirmasi, Senin (24/3/2024).

Ia mengatakan, bagi penderita gangguan kecemasan dapat ditangani oleh layanan psikosomatis, di Klinik Jiwa RSUD Bontang. Diklaim, layanan ini dapat mengatasi keluhan gejala fisik yang muncul akibat pikiran dan emosi.

Menurutnya, pasien dengan gangguan kecemasan akan melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah itu, dilakukan pemberian obat anti depresi atau anti cemas, serta psikoterapi. 

Namun, pemberian obat anti cemas disesuaikan penyebabnya. “Terapi yg kami berikan pada pasien berupa obat yg diminum dan psikoterapi,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR