•   18 August 2022 -

Mitra Binaan Kini Mandiri hingga Tembus Pasar Global, Wawali: Bukti Keberhasilan Pembinaan PKT

UMKM - M Rifki
29 Juni 2022
Mitra Binaan Kini Mandiri hingga Tembus Pasar Global, Wawali: Bukti Keberhasilan Pembinaan PKT Asma menata sejumlah produk Ma'rifah Herbal yang kini menembus pasar global.

KLIKKALTIM.COM - Rintik hujan mulai teduh saat Asma menyiangi rerumputan yang tumbuh liar di sela-sela Nanas Kerang, daun penyembuh luka, di teras rumahnya, RT 11, Kelurahan Loktuan, Rabu,( 29/6/2022).

Di teras rumahnya, ratusan jenis tanaman obat tumbuh subur. Dari lahan mungil inilah Ma'rifah Herbal bermula yang kini punya 1.000 pelanggan di seantero negeri. Bahkan sudah menembus pasar global.

Bisnis Asma dirintis mulai 2013 lalu. Dari hobi menanam sayur wanita 49 tahun ini mencoba bercocok tanam tanaman obat keluarga (Toga). 
Hobinya kian diminati, kala itu ia berharap dari usahanya bisa jadi tumpuan hidup selepas pensiun. Hampir 3 tahun merintis, usahanya dilirik Pupuk Kaltim. 
"2017 saya resmi bermitra dengan Pupuk Kaltim, saat itu saya ajak juga tetangga," ungkapnya kepada Klik Kaltim.

Bermitra dengan perusahaan, langkah Asma kian mulus. 2018 ia bersama 9 orang rekannya diajak belajar pengelolaan herbal dari hasil Toga ke Bogor Jawa Barat. 
Setahun berselang produk minyak gosok dari tanaman herbal berhasil mendapat sertifikat layak edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dari minyak gosok, usaha kian variatif seperti  minyak herbal, seperti minyak urut, minyak kemiri, teh herbal, lulur tradisional bisa dibuat. 
Hasil jerih payahnya mulai ia petik, 'aset' di teras rumah diperluas, ia membeli lahan 10x27 meter per segi untuk pengembangan tanamannya. 

Omset bisnisnya kini bisa membiayai untuk 26 orang karyawannya. Bahkan, 2020 lalu ia menunaikan ibadah umroh bersama suami dari usaha ini. 
“Bahkan sudah sampai ke Arab Saudi untuk dipasarkan. Semoga bisa kian berkembang pesat," harapnya. 

Ekspansi Bisnis

Usaha rintisan Asma juga merambah spa herbal. Tanaman yang ditanam juga diolah sebagai produk perawatan kecantikan. 
Tak berhenti di situ, ia juga merintis bisnis kuliner. Kini ia dengan 26 orang rekannya menjajal usaha catering dan kafe.

Selain minyak, Asma dan rekannya merambah bisnis minuman herbal. Dari situ, pengembangan dunia usaha mereka semakin bertambah. Bahkan banyak permintaan yang hadir setelah mencoba sampling minuman mereka.

Asma juga telah mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja Borneo Skill Sinergy dan Lembaga Kursus dan Pelatihan Bontang Herbal Course bagi masyarakat yang ingin mengetahui  bisnis toga dan herbal.
"Semua sektor peluang kita coba dan bisa dilakukan secara kolektif," ungkapnya.

Raih Penghargaan

Ma'rifah Herbal diberikan berbagai macam penghargaan. Misalnya, pada 2020 lalu, Makrifah Herbal menerima penghargaan Produktivitas Siddhakarya oleh Gubernur Kalimantan Timur.
Setahun berselang ada juga penghargaan yang berhasil didapatkan. Penghargaan Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI pada tahun 2021 lalu.
Target ke depan produk Ma'rifah Herbal bisa dipasarkan ke seluruh apotek. Saat ini sedang berproses untuk memajang hasil produk di apotek Kimia Farma. 
"Cukup banyak penghargaan yang didapat. Target kedepannya produk masuk ke apotek," tuturnya. 

Apresiasi Program PKT

Wakil Wali Kota Bontang Najirah merasa terbantu sekali dengan hadirnya program CSR dari PT PKT. Apalagi, fokus dalam pengembangan usaha dari yang sebelumnya kemitraan menjadi mandiri. 
Dari situlah parameter keberhasilan program CSR dapat dinilai. Kemampuan masyarakat Kota Bontang juga tentu kreatif dalam meningkatkan potensi usaha. 

"Saya kira peran CSR PT PKT dalam membantu mintra-mintra dampingannya berhasil. Tentu juga dapat dilihat sejauh mana mereka mandiri mulai dari produksi, pemasaran, dan pengembangan usaha yang dibuat," kata Najirah. 

Belum lagi, setiap ada tamu baik itu dari pemerintah ataupun perusahaan. Mereka selalu diajak berkeliling untuk menjajaki hasil produk UMKM yang juga merupakan  hasil binaan CSR perusahaan. 

Artinya, dapat membaca peluang bisnis yang tentunya mendapat keunggulan tersendiri dan mudah dipasarkan baik itu khusus didalam kota maupun luar daerah. 

"Perusahaan punya kewajiban tanggung jawab sosial bagi masyarakat. Jadi selama ini sangat mendukung dan berbuat baik kepada masyarakat," pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR