Berita Samarinda Hari Ini
Andi Harun Sentil Rudy Mas'ud, Minta Cek Fakta Sebelum Sebut Samarinda Tak Mampu Bayar Listrik
Wali Kota Samarinda Andi Harun
KLIKKALTIM- Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud yang menyebut lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (dahulu Jembatan Mahkota II) dipadamkan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak sanggup membayar tagihan listrik.
Andi menegaskan padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di jembatan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah. Ia menyebut penyebab utamanya adalah pencurian kabel listrik.
"Itu keliru dan sesat kalau dikatakan karena kita tidak mampu bayar listrik. Faktanya kabelnya dicuri," kata Andi Harun saat ditemui di Samarinda Square beberapa waktu lalu.
Andi mengaku heran dengan munculnya informasi tersebut. Ia menduga Gubernur Rudy Mas'ud menerima laporan yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Saya yakin informasi yang masuk ke beliau ada yang ngompor-ngompori. Masa lampu saja kita tidak bisa bayar? Lampunya dicuri. Bukan hanya di Jembatan Achmad Amins, LPJU di depan Pasar Segiri sampai Jalan Pahlawan juga pernah dicuri," ujarnya.
Ia memastikan kemampuan fiskal Pemkot Samarinda masih memadai untuk membayar kebutuhan operasional, termasuk tagihan listrik fasilitas publik.
Andi juga mengungkapkan kasus pencurian kabel di Jembatan Achmad Amins telah ditangani aparat penegak hukum.
Para pelaku disebut telah ditangkap setelah sebelumnya menjalankan aksinya dengan menyamar menggunakan atribut petugas resmi.
"Semua pencurinya sudah ditangkap, termasuk yang mencuri kabel di Jembatan Achmad Amins. Jadi kalau disebut lampunya mati karena kita tidak mampu bayar listrik, itu hoaks," tegasnya.
Karena itu, Andi menilai tudingan yang menyebut Pemkot Samarinda sengaja mematikan lampu akibat keterbatasan anggaran tidak berdasar.
Ia meminta informasi tersebut diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.
"Saya harus membantah pernyataan Pak Gubernur. Lampu di jembatan tidak menyala bukan karena kita tidak mampu membayar, tetapi karena kabelnya dicuri," katanya.
Di akhir keterangannya, Andi mengingatkan pentingnya setiap pejabat publik melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima sebelum menyampaikannya ke masyarakat.
"Pejabat publik seharusnya mengecek dulu apakah informasi yang diterima benar atau tidak, supaya kita tidak ikut menyebarkan hoaks," demikian Andi Harun.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:
ANDI HARUN ANDI HARUN VS RUDY MAS'UD RUDY MAS'UD GUBERNUR KALTIM LAMPU JEMBATAN JEMBATAN MAHKOTA II