•   09 December 2022 -

Kronologi Bocah SD Dibunuh Pamannya di Ruang Kelas, Pelaku Dobrak Pintu lalu Tikam Korban

Regional - Redaksi
11 Agustus 2022
Kronologi Bocah SD Dibunuh Pamannya di Ruang Kelas, Pelaku Dobrak Pintu lalu Tikam Korban Bocah SD dibunuh paman saat sedang belajar di Yayasan Baiti Jannati, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (9/8/2022). (HO/Tribun Medan)

KLIKKALTIM - Ketua Yayasan Baiti Jannati, Waluyo menceritakan detik-detik siswa SD berinisial SRB (10) dibunuh pamannya saat sedang belajar di Desa Seisemayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serang, Sumatera Utara, Selasa (9/8/2022). 
Waluyo menjelaskan, saat itu SRB sedang berada di ruang kelas dan baru saja mengikuti apel pagi bersama siswa lainnya. Sementara pintu ruang kelas dalam keadan tertutup. 

"Wali kelas biasanya kan kalau mau mengajar buka pintu. Tadi pagi, wali kelas menutup pintu. Saat situasi sedang tenang, tiba-tiba ada seorang pria datang dan mendobrak kelas. 

Aksi pria itu mengagetkan seisi kelas. Pelaku kemudian mendekati korban tanpa berkata apa-apa langsung menikam perut korban. Korban langsung tersungkur. Sementara pelaku melarikan diri. Sejumlah guru kemudian melarikan korban ke rumah sakit. 
Namun karena lukanya cukup parah, koban meninggal dunia. Korban selama ini dirawat keluarganya. Sementara sang ibu bekerja di Malaysia.

Polisi buru pelaku 

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata dilansir Kompas.com, Rabu (10/8/2022) mengatakan, pihaknya masih memburu pelaku yang merupakan paman korban. 

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Mohon doanya semoga cepat tertangkap," tandas Chandra. 

Kapolsek menambahkan, karena kejadian itu, sekolah korban diliburkan selama sepekan. Sementara para siswa yang menyaksikan kejadian itu akan mendapatkan trauma healing. 
"Nanti pasti ada edukasi, untuk trauma healing-nya. Kita koordinasi dengan Polda Sumut. Karena ini libur, belum bisa. Nanti pas kegiatan mengajar belajar (KMB) baru ada trauma healing," kata Chandra. 

Pelaku sebelumnya memang pernah mengancam akan membunuh korban. Bahkan, menurut pengakuan kakak korban, Nadya, pelaku pernah mencekik korban di sekolahnya. Karena melihat gelagat paman korban seperti itu, maka pihak keluarga terpikir untuk memindahkan SRB ke sekolah lain. 

Namun pihak sekolah keberatan karena korban sudah duduk di kelas 6. Pihak sekolah menjamin keamanan korban. 

"Karena meyakinkan gurunya bilang gitu, ya makanya ya sudahlah lanjut sekolah, kalau gurunya mampu menjaga. Terakhir kejadian juga," kata Nadya. 

Nadya tidak habis pikir pelaku yang merupakan paman korban tega membunuh keponakannya sendiri.

 




TINGGALKAN KOMENTAR