Pilkada Bontang
Soal Narasi Najirah Ditinggal di Pilkada Bontang, Tim Basri Sebut Berpisah Bukan Inisiatif Pihaknya

KLIKKALTIM.COM - Tim bakal calon pasangan Basri Rase dan Chusnul Dhihin mengoreksi narasi yang disuarakan Najirah bahwa dia ditinggal berlayar di Pilkada Bontang. Anggota Liasion Officer (LO) pasangan Basri-Chusnul, Rudi Irawan mengatakan keputusan berpisah bukan inisiatif dari pihaknya.
Kepada klikkaltim.com, Rudi mengatakan, semula Basri dan Najirah sudah bersepakat untuk maju di Pilkada bersama-sama. Pun tim telah memasang ratusan alat peraga dengan slogan 'sekali lagi' tersebar di 3 kecamatan se-Kota Bontang.
Baca Juga : Najirah Merasa Ditinggal Basri, Pisah Jalan karena Jalur Independen
Namun, dengan kondisi internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tak kondusif bagi Basri sehingga memunculkan gerakan maju melalui jalur perseorangan. "Yah ini kita antisipasi kalau tak bisa pakai partai. Ada jalur independen," ungkap Rudi kepada wartawan saat ditemui di Kantor Pusat Hubungan Masyarakat (PHM), Sabtu (11/5/2024).
Rudi Irawan
Seiring berjalan waktu, kondisi politik dianggap tak menguntungkan Basri. Bersamaan dengan itu, pengumpulan KTP telah berjalan dan memenuhi 17 ribu KTP yang diperoleh dari warga.
Baca Juga : Basri-Najirah Pecah Kongsi, Chusnul Dihin Ditunjuk Jadi Pengganti
Memasuki penutupan pendaftaran calon perseorangan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, Basri bersama tim mendatangi Najirah untuk mendaftar lewat jalur independen. "Pak Basri dan kami datang ke rumah Bu Najirah. Minta ajak bergabung daftar di jalur independen ini," ungkapnya.
Namun, sebagai kader PDI-Perjuangan, Najirah menunggu keputusan dari DPD PDIP Kaltim. Sayangnya, keputusan dari partai tak mengindahkan Najirah untuk maju melalui jalur independen. "Jadi bukan kami yang meminta berpisah, tapi PDI-P yang tak mau jalur independen," katanya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: