Serangan Islamofobia di Sydney, Muslimah Hamil Dipukuli Bertubi-tubi
Ilustrasi pemukulan. Foto: Pixabay
KLIKKALTIM.com -- Seorang pria di Sydney, Australia, ditangkap polisi setelah memukuli dan menendang seorang wanita Muslim yang tengah hamil. Peristiwa ini disebut satu lagi serangan Islamofobia yang kian marak di Negeri Kangguru.
Diberitakan AFP, Kamis (21/11), peristiwa ini terjadi di sebuah kafe di bagian barat Sydney pada Rabu. Seluruh kejadian terekam kamera CCTV di kafe tersebut.
Dalam rekaman, terlihat pria yang diketahui bernama Stipe Lozina, 43, menghampiri korban, Rana Elasmar, 31, yang tengah duduk bersama tiga kawannya. Terjadi percakapan antara Lozina dan Elasmar.
Pelaku yang bertubuh besar kemudian memukuli kepala Elasmar yang ditutupi jilbab itu secara bertubi-tubi. Elasmar yang tengah hamil 38 minggu jatuh ke kolong meja, Lozina lalu menendanginya.
Beruntung, para pria pengunjung kafe itu turun tangan menarik Lozina dan menyelamatkan Elasmar. Polisi langsung datang untuk membekuk pelaku. Elasmar dilarikan ke rumah sakit.
"Jika bukan karena tindakan berani warga menghentikan serangan, korban mungkin akan mengalami luka serius," kata inspektur polisi Luke Sywenkyj.
Dalam pengadilan Kamis (21/11), hakim mengatakan Lozina telah memukuli Elazmar sebanyak 14 kali. Sebelum melakukan tindakan brutal itu, kata hakim, Lozina mengeluarkan komentar buruk soal Muslim.
Lozina dan janinnya dilaporkan dalam kondisi selamat setelah menjalani perawatan. Namun dia mengalami trauma hebat akibat peristiwa tersebut.
Menurut Dewan Federasi Islam Australia (AFIC) ini adalah satu lagi serangan Islamofobia di negara tersebut.
"Pria itu terdengar mengatakan ujaran kebencian anti-Islam ke arah korban dan kawan-kawannya. Ini jelas serangan rasis dan Islamofobia dan kami berharap dia diadili sesuai dengan kejahatannya," kata Rateb Jneid, presiden AFIC.
Penelitian oleh Charles Sturt University menunjukkan bahwa Islamofobia adalah fenomena yang terus berlanjut kepada Muslim di Australia. Kebanyakan korbannya adalah wanita berjilbab.
Dari 113 korban wanita yang diserang atau diintimidasi di Australia, peneliti menemukan 96 persen di antaranya menggunakan jilbab.
Sumber : kumparan.com
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: