•   03 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Ribuan Pasien di AS Diduga Kena HIV akibat Masalah Sanitasi

Pilkada -
29 November 2019
 
Ribuan Pasien di AS Diduga Kena HIV akibat Masalah Sanitasi HIV AIDS (Ilustrasi). Foto: Shutter Stock

KLIKKALTIM.com -- Sekitar 1.182 pasien Rumah Sakit Goshen di negara bagian Indiana, Amerika Serikat, terpapar virus HIV (human immunodeficiency virus), hepatitis B, dan hepatitis C. Mereka diduga terjangkit virus-virus tersebut karena kesalahan prosedur sanitasi rumah sakit.

Menurut laporan dari pihak rumah sakit, antara April hingga September 2019, salah satu dari 7 petugas strerilisasi unit bedah melewatkan satu langkah proses pembersihan alat-alat bedah. Akibatnya, alat bedah yang telah dipakai sebelumnya, tidak benar-benar steril saat digunakan untuk operasi berikutnya, yang memungkinkan pasien terpapar virus hepatitis C, hepatitis B, hingga HIV.

“Meskipun kami percaya risikonya sangat rendah, namun demi kehati-hatian, kami menawarkan pasien tes gratis untuk mendeteksi virus-virus ini,” tulis pihak rumah sakit dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip Live Science.

Dalam rangka menindaklanjuti masalah ini, mereka telah mengirimkan surat pemberitahuan dan menawarkan tes darah gratis untuk 1.182 pasien yang baru saja menjalani operasi.

Di sisi lain, salah satu pasien bernama Linda Gierek, yang menjalani operasi di RS Goshen pada 24 Juni 2019 lalu, mengajukan gugatan perwakilan kelompok melalui pengacaranya, Walter J. Alvarez, pada 22 November 2019. Total ada tiga gugatan yang dilayangkan Gierek kepada RS Goshen, dengan dua di antaranya terkait kelalaian dan malpraktek medis.

Menanggapi gugatan Gierek, pihak rumah sakit berjanji akan memastikan keteledoran serupa tak akan terjadi lagi. “Seperti halnya masalah keselamatan pasien, kami dengan cermat menyelidiki semua aspek terkait insiden itu,” ujar Dr Daniel Nafziger, kepala petugas medis RS Goshen. “Kami telah menerapkan kebijakan ketat dan langkah-langkah keamanan tambahan untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi.”

Adapun hepatitis B dan hepatitis C diartikan sebagai infeksi hati akibat virus yang ditularkan lewat darah, salah satunya melalui jarum suntik yang telah terpapar virus.

Bagi sebagian orang, hepatitis B dan C mungkin hanya penyakit jangka pendek dan gejalanya bisa sembuh dengan cepat. Tetapi bagi orang dengan komplikasi penyakit lain, hepatitis bisa berubah menjadi penyakit kronis, dan mengarah ke masalah kesehatan yang lebih serius.

Sedangkan HIV, yang secara perlahan menyerang sistem kekebalan tubuh, juga dapat menular melalui darah dan cairan tubuh lainnya. Hancurnya sistem imun tersebut membuat pengidap HIV tidak dapat melawan penyakit paling ringan sekalipun.

Sumber : kumparan.com




TINGGALKAN KOMENTAR