Wempy Pelamonia, Persembahkan Puluhan Medali, Disia Siakan Di Negeri Sendiri
Wempy Pelamonia
KLIKKALTIM -- Laksana anak panah yang meluncur dari busurnya, melejit cepat menusuk ke arah garis akhir yang membuahkan untaian medali emas.
Itulah sosok Wempy Pelamonia atau akrab disapa Empy pria kelahiran negeri Leawaka Haria 19 tahun silam, yang menjadi andalan Maluku pada nomor 800 meter putra cabang olah raga atletik.
Putra pasangan Markus Pelamonia dan Johana Picarima yang berpostur tinggi 172 centi meter ini mulai menekuni dunia atletik pada tahun 2013. Lewat berbagai proses akhirnya pada tahun yang sama, Empy untuk pertama kalinya mencicipi naik pesawat udara, keberangkatan Empy yang saat itu duduk di bangku kelas 2 SMP. Negeri 3 Saparua juga untuk pertama kalinya maju membela panji Maluku dalam ajang kejuaraan antar pelajar tingkat nasional.
“Pak waktu itu beta turun dinomor 200 dan 400 meter. Beta lari masih kacau, teknik lari balom bagus jadi beta belum dapat juara, ” tutur Empy dengan dialek Harianya yang masih kental.
Dengan ketekunan dan tekad yang kuat, anak seorang nelayan ini terus berlatih. Buahnya, pada tahun 2014, Empy kembali dipercaya membela Maluku pada ajang yang sama. Kali ini dengan bekal pengalaman setahun sebelumnya, Empy yang saat itu duduk di bangku kelas III SMP berhasil menyumbangkan medali perak bagi Maluku
Keberhasil itu tidak membuat anak negeri Leawaka ini berpuas diri, Empy terus memacu dirinya. Semua jerih juangnya berbuah manis, sejak saat itu Empy yang duduk di bangkus Kelas I SMA PGRI Saparua selalu dipercayakan menjadi duta Maluku dalam berbagai ajang kejuaraan atletik tingkat nasional. Mulai dari emas, perak hingga perunggu berhasil diraihnya, baik di nomor 400 meter maupun nomor 800 meter, termasuk nomor estafet 4 kali 400 meter.
Berkat prestasinya yang mengkilap Empy direkrut masuk Pelatnas. Berbagai event tingkat internasional dicicipinya, seperti kejuaraan atletik pelajar di Malasya, Brunei serta Thailand dan medali selalu melingkar dilehernya. Namun Empy mengakui kebanggan paling besar ketika dirinya mampu meraih medali bagi Maluku. Hingga kini total medali yang telah dipersembahkan putra Leawaka tersebut sebanyak 29 medali, dan sebagian besar medali yang dipersembahkannya itu untuk Maluku. Yang paling teranyar, Empy berhasil merebut medali emas pada nomor 800 meter putra Pra Pon 2019 dan sekaligus mencatatkan namanya langsung lolos ke PON 2020 di Papua. Bersama rekan rekannya, Alvin Tehupiory yang berhasil memecahkan rekord nasional yang membatu selama 20 tahun dan Yanes Pelamonia, ketiganya berhasil merebut medali emas.
“Bapak e, beta dan Anes ni ingin jadi polisi atau tentara, tapi seng tahu mau bagemana, ” keluh Wempy kepada penulis.
Namun sayang, prestasi mentereng dan persembahan puluhan medali bagi tanah Maluku terasa tiada berarti. Selepas merebut medali emas pada ajang Pra Pon tahun 2019, dengan susah payah Empy yang tergabung dalam tim atletik Maluku, bisa kembali ke Ambon Manise. Hal ini terjadi karena alasan klasik, KONI Maluku tidak punya dana untuk dikirimkan kepada tim atletik Maluku membeli tiket pesawat kembali ke Ambon.
Setelah tiba di kota Ambon, Wempy dan rekan rekan diarak keliling kota Ambon. Namun sayang selebrasi yang dirasa setengah hati oleh KONI dan PASI Maluku itu berlangsung malam hari, dan minim sambutan masyarakat.
Prestasi mentereng anak negeri Haria ini “semakin tidak dihargai”. Wempy Pelamonia dan Yanes Pelamonia harus merasakan pengapnya kolong Stadion Mandala Remaja Karang Panjang Ambon. Kedua atlit peraih emas yang adalah duta PASI maluku, duta KONI maluku bahkan Duta Provinsi Maluku, diberi “hadiah” menginap di kolong stadion mandala remaja, berteman dengan aneka peralatan latihan. Ruangan tanpa fentilasi dan zonder sarana MCK, menjadi saksi bisu jeritan hati keduanya. Untuk buang hajat, Empy dan Anes harus berjalan kurang lebih 150 meter ke wisma atlet. Untuk makan harus cari sendiri, karena sarana penanak nasi elektronik yang ada disitu sudah lumutan.
Suatu “Penghargaan” yang menusuk hati dan menucuk jantung. Sang pahlawan penyumbang puluhan medali bagi Maluku, diperlakukan layaknya orang tahanan. Wempy Pelamonia sang penyumbang puluhan medali bagi Maluku dapat apa di tanahmu.. Hanya disia siakan.
Sumber : Tribun
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: