•   03 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Viral Curhat Calon Bintara, Sudah Lulus Rangking 35 Tiba-tiba Namanya Diganti Peserta Gagal

Nasional - Redaksi
30 Mei 2022
 
Viral Curhat Calon Bintara, Sudah Lulus Rangking 35 Tiba-tiba Namanya Diganti Peserta Gagal Siswa digagalkan dari pendidikan kepolisian (Instagram/jurnalisjunior)

KLIKKALTIM - Seorang siswa pendidikan kepolisian yang sudah lulus terpilih digagalkan pada gelombang kedua. Siswa tersebut bahkan sudah enam bulan melakukan bimbingan persiapan pelatihan dan ranking 35 dari 1.200 peserta.

Pada video yang diunggah akun Instagram @jurnalisjunior, siswa tersebut bersama sang ibu memohon agar dikembalikan haknya sebagai Bintara Polri terpilih.

Pada video tersebut, siswa bintara bernama Fahrifadillah Nur R, bersama ibunya memberikan bukti-bukti bahwa ia sudah terpilih.

"Assalamualaikum, saya siswa Bintara Polri yang digagalkan, yang terhormat kepada bapak presiden, kepada bapak Kapolri, saya siswa Bantara Polri yang digagalkan saat ketika mau berangkat pendidikan," ujar siswa tersebut.

"Saya sudah dinas selama enam bulan dan saat mau berangkat pendidikan nama saya digantikan orang yang sudah gagal," imbuhnya.

Fahri tersebut meminta agar dikembalikan haknya kembali untuk ikut pendidikan gelombang dua. Ia juga mengaku sudah berusaha sejak tahun 2018.

"Tapi ketika gelombang dua, nama saya digantikan oleh orang yang sudah gagal," ujar pria tersebut sambil menahan tangis.

Pada video tersebut juga dijelaskan, bahwa alasan Fahri digantikan karena mengidap penyakit tertentu. Namun saat diperiksa ke tempat lain, ia tak mengidap penyakit tersebut.

"Saya sudah lolos nama saya digantikan karena ada penyakit tertentu," tulisan dalam video.

"Saya diperiksa di RS lain dan militer tidak ditemukan penyakit tersebut," imbuh dalam video.

Selaian Fahri, ibunya dalam video tersebut juga memohon ahar putranya segera mendapatkan keadilan.

"Anak saya sudah lulus terpilih, kembalikan hak anak saya, kembalikan usaha anak saja, jerih payah anak saya, perjuangan anak saya," ujar sang ibu.

Video tersebut sontak mendapat berbagai respons dari warganet.

"Harus viral dulu sih baru didengar," komentar warganet.

"Saling tikung di detik terakhir istilahnya mayat hidup," imbuh warganet lain.

"Jahat sekali yang ngasih buat gantikan," tambah warganet lain.

"Udah biasanya uang memang mengalahkan segalanya," tulis warganet di kolom komentar.

Saat berita ini dibuat, video siswa tersebut telah disukai ribuan kali dan bisa disaksikan di sini.

Polda Metro: Fahri Tidak Lulus Tes

Polda Metro Jaya membantah pengakuan seorang calon bintara Polri, Fahri Fadilah Nur Rizki, yang mengaku digagalkan dan digantikan orang lain padahal sudah lulus tes.

Pengakuan Fahri bahwa dirinya digagalkan sebagai bintara polisi diunggah anggota DPR dari Partai Nasdem, Hillary Brigitta Lasut, Senin (30/5/2022).


Menurut Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabiddokes) Polda Metro Jaya Kombes Pol Didiet Setioboedi, Fahri tidak lulus tes sebagai bintara Polri karena mengalami buta warna sebagian (parsial).

“Yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon siswa bintara karena buta warna parsial dalam proses seleksi di tahun 2019 dan 2020 lalu,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com dari Antara, Senin.


Terkait lolosnya yang bersangkutan dalam seleksi tahun 2022, kata Didiet, kemungkinan telah mempelajari buku tes buta warna.

“Buku ini memang dijual bebas di tempat alat kesehatan, sehingga dia bisa belajar letak-letaknya. Dan setelah melakukan pemeriksaan mendalam sekali baru ketahuan,” tutur Didiet.

Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Langgeng Purnomo menyebut pergantian calon siswa bintara bernama Fahri Fadilah Nur Rizki yang gagal ikuti pendidikan karena buta warna parsial sudah sesuai dengan prosedur.


Ia membantah calon siswa bintara pengganti Fadilah adalah titipan. Menurutnya, bintara pengganti itu murni untuk memenuhi kuota pendidikan dalam proses penerimaan siswa bintara.


“Tentang mekanisme pengganti itu berdasarkan petunjuk dari Polri, pertama terkait dengan kuota didik mengikuti pendidikan,” kata Langgeng Purnomo.

Langgeng menambahkan mekanisme pergantian calon siswa bintara itu juga sudah melalui mekanisme sidang terbuka yang melibatkan pihak pengawas.


“Apabila satu tidak memenuhi syarat, kemudian ranking di bawahnya naik, dan itu pun dilakukan mekanisme sidang terbuka juga,” ujar Langgeng.

Sumber: Suara.com

 




BERITA TERKAIT


TINGGALKAN KOMENTAR