•   02 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Update BNPB: 430 Rumah dan 9 Hotel Rusak Berat

Nasional - Marki/Kompas.com
23 Desember 2018
 
Update BNPB: 430 Rumah dan 9 Hotel Rusak Berat  Sutopo Purwo Nugroho

KLIKKALTIM.COM - Dampak yang ditimbulkan akibat tsunami di pantai sekitar Selat Sunda terus bertambah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sebanyak 430 unit rumah dan 9 hotel mengalami kerusakan akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda.

"Terdapat 430 unit rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat. 10 kapal rusak berat," kata Sutopo dalam keterangan persnya, Minggu (23/12/2018).

Menurut dia, kerusakan bangunan sebagian besar terjadi di sejumlah kawasan pemukiman dan wisata di lima wilayah pantai. "Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita," kata Sutopo.

Di sisi lain, korban meninggal dunia menjadi menjadi 62 orang, 584 orang mengalami luka-luka dan 20 orang belum ditemukan. Korban tersebar di wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Serang. Data ini merupakan data terkini dari BNPB sekitar pukul 10.00 WIB. Sutopo memperkirakan data korban maupun kerusakan fisik diperkirakan terus bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan di wilayah terdampak bencana.

Sebelumnya BMKG menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan sekitar Selat Sunda itu merupakan tsunami. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memaparkan ada dua peristiwa yang memicu gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda. Kedua peristiwa itu adalah, aktivitas erupsi anak gunung Krakatau dan gelombang tinggi akibat faktor cuaca di perairan Selat Sunda.

Rahmat memaparkan, jika dipicu erupsi anak Gunung Krakatau, gelombang tsunami sekitar 90 sentimeter. Namun, dengan adanya gelombang tinggi akibat faktor cuaca, arus gelombang tsunami bisa bertambah lebih dari dua meter. "Karena digabung, menimbulkan tinggi tsunami yang signifikan dan menimbulkan korban dan kerusakan yang luar biasa," kata Rahmat dalam konferensi pers di gedung BMKG, Jakarta, Minggu.

"Kalau hanya tsunami saja hanya 90 sentimeter hampir dipastikan tidak masuk ke daratan. Tapi karena juga sebelumnya BMKG telah mengeluarkan warning gelombang tinggi, menambah tinggi tsunami," lanjut Rahmat. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR