•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Rumah Sakit BUMN di Cilegon Patok Tarif hingga Jutaan Rupiah untuk Tes Corona

Nasional - Redaksi
16 April 2020
 
Rumah Sakit BUMN di Cilegon Patok Tarif hingga Jutaan Rupiah untuk Tes Corona rapid test tenaga medis di bekasi

KLIKKALTIM.com -- Rumah sakit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kita Cilegon yakni Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) membuka layanan tes corona atau Covid-19, bagi masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan secara mandiri. Biaya yang ditawarkan pihak rumah sakit beragam, ada sejumlah paket yang ditawarkan dari rapid test hingga tes pemeriksaan cairan tenggorokan dan rongga hidung.

Untuk paket A meliputi konsultasi dokter, Rapid test dan administrasi, pihak rumah sakit matok tarif sebesar Rp 495.000. Paket B meliputi konsultasi dokter umum, rapid test 1, laboratorium (paket pemeriksaan darah lengkap), rontgen thorax AP/PA dan administrasi, pihak rumah sakit mematok tarif sebesar Rp 755.500.

Paket C pihak meliputi konsultasi dokter umum, rapid test 1, laboratorium (paket pemeriksaan darah lengkap), CT scan thorax dan administrasi, pihak rumah sakit mematok tarif sebesar 2.034.000. Sementara untuk PCR test, pihak RSKM mematok tarif sebesar Rp 2.299.000.

Senior Officer Humas dan CSR RSKM Kota Cilegon, Agus Wirawan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa RSKM menyediakan layanan untuk masyarakat yang ingin melakukan tes Corona secara mandiri.

"Iya betul (Ada paket). jadi untuk mandiri masyarakat atau yang ingin memeriksakan dirinya kami menyediakan pelayanan itu, sesuai dengan yang ada di pamflet itu," ujar Agus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/4).

Terkait tarif setiap paket pemeriksaan, Agus menuturkan bahwa harga yang ditawarkan tergantung dengan kebutuhan setiap pasien. "Beda, kan tergantung kebutuhan pasien yang ingin diperiksa, mulai dari rapid test, pemeriksaan lab, rontgen, scan, kan ada paket," bebernya.

Untuk tes PCR, Agus mengungkapkan, sampel pasien dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta. "Enggak hanya karyawan KS, tapi yang kami buatkan permintaan dari KS Grup, masyarakat umum boleh. Alat Swab bisa kirim ke Jakarta juga, ambil sampelnya di sini. Hasilnya dikirim ke kami lagi. Betul ngambil sampel, karena semua orang tidak punya otoritas itu. Makanya kami menyediakan itu," ujar Agus.

 

Sumber : merdeka.com




TINGGALKAN KOMENTAR