•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Ada PDP di Buleleng, Satu Bulan 10 Kali Tes Covid-19 Hasilnya Berubah-ubah

Nasional - Redaksi
21 April 2020
 
Ada PDP di Buleleng, Satu Bulan 10 Kali Tes Covid-19 Hasilnya Berubah-ubah Ilustrasi

KLIKKALTIM.com -- Gede Suyasa selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Bali, membenarkan, ada seorang warga dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang diisolasi di Rumah Sakit Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng, dan hasil tes PCR-nya selalu berubah-ubah.

"Memang kemarin telah keluar swabnya. Terakhir setelah negatif jadi positif dan ini memang cukup membingungkan. Karena, ada satu pasien yang menghadapi hasil swab berubah-ubah. Dari positif beberapa kali jadi negatif habis itu positif lagi beberapa kali jadi negatif dan sekarang kita berharap negatif ternyata positif," kata Suyasa, Minggu (19/4) kemarin, di Buleleng, Bali.

Mengenai hal itu pihaknya telah berkoordinasi dengan WHO atau Badan Kesehatan Dunia perwakilan Indonesia di Jakarta. Ia juga mengatakan, bahwa tes pada pasien itu telah dilakukan sekitar 10 kali, tetapi hasilnya selalu berubah-ubah dan tes terakhir dilakukan pada Sabtu (19/4) kemarin, lalu kembali menunjukkan hasil positif.

"Kemarin sudah ada komunikasi antara Kadinkes tim kesehatan kita dengan petugas WHO di Jakarta. Jadi sudah disampaikan apa yang menyebabkan ini terjadi semua. Jadi kita, tidak bisa menentukan apa penyebabnya karena yang kita pakai acuan adalah hasil laboratorium," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini melalui Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, telah melaporkannya ke WHO yang ada di Jakarta. Hal itu, dilakukan agar dianalisa dan diketahui penyebabnya.

"Ini sedang dikaji dan sudah dilaporkan kepada WHO lewat kontak telpon dari Kementerian di Jakarta dengan Kadinkes langsung. Iya mudah-mudahan, ada satu penanganan khusus terkait dengan pasien ini. Karena mengingat sudah lebih dari 30 hari dan mengalami hasil laboratorium yang berubah-ubah," jelasnya.

"Jadi saya tidak punya data untuk beberapa kalinya (dites). Jadi mungkin sudah 10 kali melakukan itu. Tetapi, negatifnya tidak pernah beruntun, ada dua kali negatif tapi tidak beruntun oleh karena tidak beruntun tidak bisa dianggap sudah sehat sehingga tetap masih diisolasi," ujar Suyasa.

 

Sumber : merdeka.com




TINGGALKAN KOMENTAR