•   04 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

13 Ekor Sapi Tewas Disambar Petir, Sapi-sapi Bergelimpangan, Peternak Sedih

Nasional -
06 Desember 2019
 
13 Ekor Sapi Tewas Disambar Petir, Sapi-sapi Bergelimpangan, Peternak Sedih Ternak sapi milik warga di Dusun 5 ,Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang yang tewas disambar petir, Kamis (5/12/2019).

KLIKKALTIM.com -- Waspada hujan disertai petir. Jika tak hati-hati, petir bisa menyambar dan membuat nyawa melayang.

Sambaran petir itu baru saja memakan tumbal. Untungnya korban tewas itu bukan manusia.

Sebanyak 13 ekor sapi di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat,Kabupaten Kupang tewas disambar petir.

Sebelumnya disebutkan ada 14 ekor sapi tewas disambar petir di tempat tersebut.

Data terbaru, satu ekor sapi ternyata hidup lagi.

Hal ini disampaikan Camat Kupang Barat, Yusak Ulin ,Kamis (5/12/2019) malam.

"Jadi saya ralat, sapi yang mati itu hanya 13 ekor, bukan 14 ekor. Saya baru pulang dari lokasi, ternyata satu ekor masih hidup," kata Yusak.

Ditanyai soal pemilik sapi, ia mengatakan, pemilik sapi adalah warga desa tetangga, yakni Desa Nitneo.

"Saya ke lokasi, sapi yang kena sambar petir itu sudah diambil oleh pemilik. Pemiliknya dari Desa Nitneo," katanya.

Dikatakan, saat hujan mengguyur wilayah itu, sapi milik warga Nitneo berada di wilayahnya.

"Kemungkinan karena sapi-sapi itu ada di satu lokasi sehingga terkena sambar petir," katanya.

Anggota DPRD NTT asal Kabupaten Kupang, Nelson Matara mengatakan, peristiwa itu sudah diketahui dan sebenarnya biasa terjadi.

"Kasus ternak yang kena sambar petir itu biasa terjadi. Tapi mungkin yang di Bolok itu baru pernah terjadi," kata Nelson.

Wakil Ketua DPRD NTT (2014-2019) ini mengakui, kasus itu adalah kasus alam atau alami.

"Kita imbau masyarakat yang punya ternak supaya kalau hujan seperti sekarang jangan lepas ternak di padang penggembalaan, karena kalau ada petir, maka rawan kena sambar petir," katanya.

Sebanyak 14 ekor sapi di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat,Kabupaten Kupang tewas seketika. Ternak sapi ini tewas akibat disambar petir.

Camat Kupang Barat, Yusak Ulin, Kamis (5/12/2019) malam, mengatakan, ke-14 ekor sapi itu disambar petir saat hujan lebat yang mengguyur wilayah setempat.

"Akibat hujan yang disertai disertai guntur kilat, menyebabkan 14 ekor sapi mati seketika," kata Yusak.

Dia menjelaskan, ternak sapi itu saat disambar petir berada pada satu lokasi dan tepatnya di Dusun 5.

"Saya juga baru dapat informasi dari warga. Kasus ini rupanya baru pertama kali terjadi," katanya.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dani Suhadi mengatakan, ternak sapi yang disambar petir di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang itu bisa terjadi,akibat sapi ada di areal terbuka saat petir. (5/12/2019)

 

Menurut Dani, insiden itu bisa saja terjadi, selain karena frekensi petirnya cukup banyak juga karena saat petir, ternak itu ada pada posisi areal yang terbuka.

"Kalau peristiwa seperti ini bisa saja terjadi , kemungkinan saat petir ternak sapi itu ada di area terbuka dan cukup luas," kata Dani.

Dijelaskan, kasus itu memang baru didengar karena ternak disambar petir, namun kejadian-kejadian seperti itu bisa saja terjadi.

"Jadi bisa saja disambar petir jika sapi ada di area terbuka, selain petir yabg terjadi cukup banyak," katanya.

Dia mengakui, untuk memastikan benar peristiwa itu, maka tentu harus dilakukan investigasi.

Petugas dari Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi NTT turun ke lokasi kejadian sapi yang disambar petir di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Hal ini disampaikan Kepala Disnak Provinsi NTT, Dani Suhadi, Kamis (5/12/2019) malam.

Ternak sapi milik warga di Dusun 5 ,Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang yang tewas disambar petir, Kamis (5/12/2019). 

Dani dikonfirmasi soal kasus tewasnya 14 ekor sapi di Desa Bolok akibat disambar petir.

Menurut Dani, petugas sudah turun ke lokasi guna melakukan investigasi penyebab kematian ternak sapi di Bolok.

"Kasus ini bisa saja terjadi dan petugas sudah turun untuk investigasi," kata Dani.

Dani mengakui, peristiwa seperti itu bisa saja terjadi, selain karena frekwensi petirnya cukup banyak juga karena saat petir, ternak itu ada pada posisi areal yang terbuka.

"Kalau peristiwa seperti ini bisa saja terjadi, kemungkinan saat petir ternak sapi itu ada di area terbuka dan cukup luas," katanya.

Dijelaskan, kasus itu memang baru didengar karena ternak disambar petir, namun kejadian-kejadian seperti itu bisa saja terjadi.

"Jadi bisa saja disambar petir, jika sapi ada di area terbuka, selain petir yang terjadi cukup banyak," ujar Dani.

Sumber : tribunnews.com

 




TINGGALKAN KOMENTAR