•   08 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Suami di Kutim Bacok Istri hingga Tewas, Cemburu karena Istri Selingkuh  

Kutai Timur - Redaksi
05 Januari 2026
 
Suami di Kutim Bacok Istri hingga Tewas, Cemburu karena Istri Selingkuh   Proses evakuasi Jenazah korban yang tegeletak di toko pakaian. (ist)

Kutim - Tragedi berdarah menggemparkan warga Desa Wahau Baru, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Seorang suami tega menghabisi nyawa istrinya sendiri secara sadis di sebuah toko pakaian, Minggu (4/1/2026) sore.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA di sebuah toko baju di Jalan Poros SP 2. Korban berinisial H (24) tewas di tempat setelah dibacok dan digorok menggunakan senjata tajam jenis parang oleh suaminya sendiri, RAI (29).

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan bahwa pelaku berhasil diamankan tak lama setelah aksi keji tersebut dilakukan.

“Benar, telah terjadi kasus pembunuhan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia di wilayah hukum Polsek Muara Wahau. Tersangka yang merupakan suami korban sudah kami amankan beserta barang bukti. Saat ini penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian,” ujar AKBP Fauzan Arianto saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Berdasarkan pemeriksaan awal, motif pembunuhan diduga dipicu rasa cemburu. Pelaku mencurigai korban berselingkuh karena tidak pulang ke rumah selama dua hari terakhir.

Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono turut memaparkan kronologi kejadian. Saat itu, korban sedang menjaga kasir bersama seorang saksi. Pelaku kemudian datang ke toko dan mengajak korban berbincang di sudut ruangan yang masih dipenuhi pembeli.

“Terjadi cekcok mulut. Pelaku mempertanyakan keberadaan korban selama dua hari terakhir dan menuduh korban pergi bersama laki-laki lain. Emosi pelaku memuncak setelah korban mengakui bertemu dengan pria tersebut,” jelas IPTU Sumartono.

Ia menambahkan, pelaku diduga telah mempersiapkan senjata tajam sebelum datang ke lokasi. Sebilah parang sepanjang sekitar 60 sentimeter disembunyikan di balik jaket hoodie hitam yang dikenakannya.

“Pelaku mengeluarkan parang dengan gagang dibungkus tisu. Korban ditebas mengenai siku kiri dan punggung, kemudian lehernya digorok sebanyak tiga kali hingga korban meninggal dunia di tempat,” ungkapnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah parang, satu lembar hoodie hitam, serta satu unit telepon genggam milik korban. Jenazah korban sempat dibawa ke Puskesmas Muara Wahau 2 untuk dilakukan visum.

Saat ini, RAI telah mendekam di sel tahanan Polsek Muara Wahau. Ia terancam dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan berat yang diduga dilakukan dengan perencanaan. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR