•   05 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tenang, Monitoring Bukan Berarti Terpapar Covid-19, Tapi Pernah Lakukan Perjalanan Luar Kota, Berikut Penjelasannya

Kaltim -
23 Maret 2020
 
Tenang, Monitoring Bukan Berarti Terpapar Covid-19, Tapi Pernah Lakukan Perjalanan Luar Kota, Berikut Penjelasannya Jubir Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bontang, Adi Permana menuturkan mereka yang masuk dalam status monitoring ialah yang miliki catatan perjalanan 14 hari sebelumnya.

KLIKBONTANG.com -- Data yang dihimpun dari gugus percepatan penanganan Covid-19 Bontang, per Senin (23/3/2020) pukul 14.00 Wita, warga Bontang masuk monitoring berjumlah 1.524. Ini diperoleh laporan warga melalui layanan call center di 08115407119, pesan WhatsaApp (WA), dan tautan (Link).

Perlu diketahui publik, mereka yang masuk kategori monitoring bukan berarti menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Mereka yang masuk monitoring ialah yang miliki catatan perjalanan ke luar kota. Baik domestik (dalam negeri), terlebih luar negeri dalam 14 hari sebelumnya. Itu termasuk mereka yang pernah ke Samarinda, Balikpapan, atau daerah lain di Kaltim. Intinya, luar Kota Bontang dalam dua pekan ini.

"Tidak, orang yang masuk monitoring itu bukan berarti sakit atau apa. Cuma 14 hari sebelumnya mereka punya riwayat perjalanan ke luar kota [Bontang]," ujar juru bicara penanggulangan Covid-19 Bontang, Adi Permana, Senin (23/3/2020) petang.

Usai data itu diperoleh, selanjutnya Dinas Kesehatan melalui Bidang Surveilance bakal menanyakan kondisi warga yang termonitor tersebut. Apakah mengalami gejala awal corona seperti batuk dan sesak nafas. Bila ya, akan dinaikkan statusnya menjadi Orang Dengan Pemantauan (ODP) bila tidak, dihapus dari daftar monitoring.

"Kita pantau terus kondisi tubuhnya setiap hari sampai dua minggu kedepan. Kalau ada gejala, naik status, kalau tidak ada, dihapus dari daftar monitoring," beber Adi Permana.

Sebagai tambahan, masih per Senin (23/3/2020) Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Bontang sebanyak tujuh orang. Dengan rincian: lima orang dirawat di RSUD Taman Husada, dua diantaranya sedang menunggu hasil laboratorium, tiga lainnya dirawat. Sementara dua ODP lainnya melakukan isolasi mandiri.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  satu orang. Pasien tersebut merupakan peningkatan status dari ODP ke PDP. Sementara warga Bontang positif Covid-19 ada satu orang.

Reporter : Fitri Wahyuningsih




TINGGALKAN KOMENTAR