•   28 August 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Sungai Mahakam Mulai Asin Akibat Kemarau; 5 IPA Samarinda Stop Beroperasi

Kaltim - Redaksi
27 Agustus 2026
 
Sungai Mahakam Mulai Asin Akibat Kemarau; 5 IPA Samarinda Stop Beroperasi Kantor Perumda Tirta Kencana di Samarinda.

KLIKKALTIM- Perumda Tirta Kencana Samarinda mengurangi jam operasional 5 instalasi pengolahan air (IPA) akibat meningkatnya kadar klorida pada sumber air baku.

Dampak dari peningkatan ini air menjadi lebih asin akibat intrusi air laut seiring kemarau panjang dan fenomena El-Nino yang memicu masuknya air laut ke sejumlah anak Sungai Mahakam.

Lima IPA yang terdampak yakni IPA Pulau Atas, IPA Palaran, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, dan IPA Selili. Produksi air bersih di lima lokasi tersebut kini menyesuaikan hasil pemeriksaan kadar klorida.

Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi, mengatakan produksi tetap berjalan selama kadar klorida masih berada di bawah ambang batas 250 part per million (ppm).

“Kalau masih di bawah 250 ppm, kita tetap produksi. Tapi kalau sudah di atas itu, produksi dihentikan sementara sampai kadar kembali normal,” kata Cevi, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pengurangan operasional bukan berarti lima IPA tersebut berhenti beroperasi sepanjang hari. Perumda menerapkan sistem penghentian sementara ketika kadar klorida meningkat, kemudian kembali memproduksi air setelah kondisi sumber air baku membaik.

“Misalnya dalam sehari ada 24 jam produksi, kemudian dua jam kadar kloridanya naik, maka kita hentikan sementara. Setelah turun, kita lanjutkan lagi,” jelasnya.

Cevi menyebut, dari total 21 IPA yang dikelola Perumda Tirta Kencana Samarinda, sebanyak 16 IPA masih beroperasi normal. Lima IPA yang terdampak terus dipantau karena kondisi air baku masih dipengaruhi pasang surut air laut.

Pengecekan kadar klorida dilakukan secara berkala oleh tim laboratorium. Pemeriksaan dilakukan setiap 15 hingga 20 menit untuk memastikan air baku yang masuk ke instalasi masih memenuhi batas pengolahan.

“Tim terus melakukan pengecekan agar produksi bisa disesuaikan dengan kondisi air baku,” ujarnya.

Pengurangan jam operasional berdampak pada sejumlah wilayah pelayanan. IPA Pulau Atas melayani kawasan Pulau Atas, Jalan Telkom, Olah Bebaya, Menang, Sekolahan, Tatako, Masaji, Pelita 5 hingga jalur Samarinda-Anggana.

Sementara IPA Palaran mencakup wilayah Palaran, Bukuan, Bantuas, Jalan H.B Suwarno, Pelabuhan Samudera hingga Terminal Peti Kemas. Sedangkan IPA Kalhol melayani kawasan Simpang Pasir, Stadion Palaran, sebagian Jalan H.M Rifaddin hingga Handil Bakti.

Perumda mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menghemat penggunaan air bersih dan menyiapkan tempat penampungan air sebagai langkah antisipasi apabila produksi kembali mengalami penyesuaian.

“Kami berharap masyarakat bisa menghemat air dan memiliki penampungan. Mudah-mudahan hujan segera turun sehingga kondisi sumber air baku kembali normal,” demikian Cevi.






TINGGALKAN KOMENTAR