Stok Darah Menipis di PMI Bontang, Pendonor Berkurang Sejak Pandemi Corona
Ilustrasi stok darah-Int
KLIKKALTIM.COM -- Jumlah stok darah di Kantor Palang Merah Indonesia mulai menipis. Kondisi ini terjadi sejak pandemi corona mulai terjadi.
Petugas Palang Merah Indonesia harus menyiasati kondisi ini dengan cara memanggil pendonor 'langganan' mereka.
Pun begitu, jumlah kunjungan para pendonor tak seramai hari-hari sebelumnya (sebelum covid-19). Kunjungan rata-rata hanya berkisar 1 sampai 5 orang saja.
"Saat ini untuk ketersediaan semua golongan darah tercukupi saja. Ada, cuma tidak banyak, kami juga ada stok emergency (darurat)," ujar Petugas transfusi darah, Modesta.
Modesta mengatakan sejak imbauan bertahan di rumah. Jumlah pengunjung rata-rata hanya 5 orang saja dalam sehari.
Sebelumnya, jumlah pendonor darah cukup tinggi. Dua kali lipat dari rata-rata kunjungan saat ini.
"Sejak ada covid paling 1 sampai 5 orang saja. Yah, kami panggil dulu baru datang. Orang kan banyak dirumah juga," ujar Modeste kepada wartawan.
Lebih lanjut, Selama pandemi Covid-19 pendonor diperiksa lebih ketat. Para pendonor diwajibkan membersihkan diri dan mengisi formulir tambahan.
"Ketika datang harus cuci tangan dulu, ada pemeriksaan suhu badan, kalau bagus baru boleh masuk. Setelah masuk nanti ada penyemprotan disinfektan," ujarnya.
Selain itu, mereka wajib mengis daftar pertanyaan tentang riwayat perjalanan dan kesehatan dalam 14 hari terakhir.
"Ada riwayat penyakit apa tidak, belakangan terakhir ada batuk pilek demam apa tidak, kalau ada yang punya gejala itu biasanya kami tolak dulu untuk menjaga adanya indikasi covid-19," pungkasnya.
Tak berbeda dengan biasa. Kriteria pendonor biasa dilihat dari hemoglobin, harus diatas 12,5.
Untuk tensi bisa diambil minimal 110/70, paling tinggi 140/90 baru bisa dinyatakan bisa donor.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: