RDP DPRD dan Pemkot, Balikpapan Pertimbangkan Lockdown
Foto: Tribun Kaltim
KLIKKALTIM.COM - Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle SS mengatakan, ada kesepakatan antara Pemkot Balikpapan dan DPRD Balikpapan terkait status kota menghadapi ancaman virus corona.
Hal itu diungkapkan Sabaruddin saat jeda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terkait penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) yang saat ini mewabah d Kota Balikpapan, Jumat (27/3/2020).
RDP yang berlangsung di ruang rapat gabungan kantor DPRD Balikpapan dihadiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dan sejumlah OPD terkait.
DPRD dan Pemkot, kata dia, sepakat untuk melaksanakan surat edaran Presiden Nomor 3 Tahun 2020. Ini merujuk pada Instruksi Presiden (Inspres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang penggunaan aggaran dan refocussing (memfokuskan kembali) kebijakan tentang penanganan Covid-19.
Ada beberapa hal yang saat ini disepakati DPRD dan Pemkot Balikpapan, kesepakatan tersebut tidak membicarakan tentang penanganan. Tetapi action (tindakan) yang harus segera dilakukan.
"Tidak lagi berbicara daerah mana saja yang harus disterilkan, tetapi berbicara seluruh kawasan yang ada di Balikpapan," kata dia.
Sabaruddin menambahkan bahwa saat ini DPRD dan Pemkot tengah mengagendakan secara teknis waktu untuk mensterilkan Balikpapapan secara keseluruhan, yang nantinya dari 6 Kecamatan, 34 Kelurahan serta RT dan komponen lainnya bergerak serentak untuk mensterilkan kota Balikpapan.
“Dari 6 Kecamatan dan 34 Kelurahan semua serentak bergerak mensterilkan Balikpapan, atau bahasanya saat ini Balikpapan akan ‘lockdown’ dalam beberapa hari,” tambahnya.
Jadi tidak ada aktifitas sekecil apapun, baik itu pengunjung yang keluar-masuk Balikpapan sementara waktu dihentikan dulu, baik udara, darat dan laut semua akan ditutup.
Akan tetapi saat ini pemkot sedang merescadule (menjadwalkan ulang) kapan waktu untuk melakukan “lockdown”, karena saat ini tengah menyiapkan seluruh perlengkapan yang nantinya akan dibagikan ke 34 kelurahan yang ada.
Sabaruddin menilai saat ini penyemprotan yang dilakukan tidak maksimal, karena dilakukan secara bertahap kedaerah-daerah tertentu, sementara virus tersebut menyebar kemana-mana.
“Misalkan saat ini pemkot melakukan penyemprotan di daerah Balikpapan Timur, besok di Balikpapan Barat, sementara itu masyarakat keluar masuk Balikpapan, mungkin saja ada yang membawa virus tersebut masuk kembali,” tutur Sabaruddin.
(sumber penasatu.com)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: