Berita Kaltim Hari Ini
Gubernur Kaltim Genjot Pembenahan SMAN 10, Tampung 400 Siswa dari Seluruh Kaltim
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, didampingi Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Sekretaris Daerah, Sri Wahyuni, para asisten, kepala OPD, serta direksi BUMD Pemprov Kaltim saat berkunjung ke SMA Negeri 10 Samarinda
KLIKKALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat pembenahan fasilitas SMAN 10 Samarinda yang kini bertransformasi menjadi Sekolah Garuda.
Perbaikan diprioritaskan pada asrama, jaringan listrik, sanitasi hingga akses jalan agar mampu menunjang kegiatan belajar lebih dari 400 siswa yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengatakan percepatan pembenahan dilakukan untuk memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan optimal sejak tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli lalu.
"Yang ingin kami pastikan adalah proses belajar mengajar berjalan normal. Karena sekolah ini sedang bertransformasi menjadi Sekolah Garuda, seluruh fasilitas pendukung juga harus siap," kata Rudy saat meninjau SMAN 10 Samarinda beberapa waktu lalu.
Menurut Rudy, perhatian utama pemerintah saat ini tertuju pada fasilitas asrama yang menjadi penunjang sistem pendidikan di sekolah tersebut.
Revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari instalasi listrik, sanitasi hingga toilet yang sebelumnya sudah tidak layak digunakan.
"Hampir seluruh jaringan listrik kami bangun ulang karena banyak kabel yang rusak, tidak layak bahkan hilang. Begitu juga sanitasi dan toilet, semuanya sedang kami benahi agar siswa merasa nyaman tinggal di asrama," ujarnya.
Selain asrama, akses menuju kawasan sekolah juga mulai dibenahi. Jalan yang sebelumnya dikeluhkan kini telah diaspal, sementara pemasangan marka jalan akan segera diselesaikan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Rudy mengapresiasi kolaborasi Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, serta perusahaan daerah (Perusda) yang terlibat dalam percepatan pembenahan fasilitas sekolah.
Ia menyebut asrama SMAN 10 saat ini dihuni lebih dari 400 siswa yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Sejumlah pelajar bahkan datang dari daerah terluar seperti Mahakam Ulu dan Kutai Timur untuk menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
"Kalau siswa dari Mahakam Ulu yang berada di wilayah paling ujung saja bisa bersekolah di sini, artinya SMAN 10 benar-benar menjadi sekolah milik seluruh masyarakat Kalimantan Timur," jelasnya.
Menurut Rudy, transformasi SMAN 10 menjadi Sekolah Garuda bukan hanya menyangkut perubahan nama atau status, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas penunjang agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak mendukung proses pembenahan yang masih berlangsung agar sekolah tersebut semakin siap mencetak generasi unggul Kalimantan Timur.
"Harapan kami, sekolah ini benar-benar menjadi tempat lahirnya generasi emas Kalimantan Timur. Ini membutuhkan dukungan semua pihak, bukan hanya pemerintah," demikian Rudy.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: