Catat ! Ini Lokasi Rawan Penularan Covid-19 Hasil Analisa Dinas Kesehatan

Kaltim - Noviyanto Rahmadi
28 Juni 2020
Catat ! Ini Lokasi Rawan Penularan Covid-19 Hasil Analisa Dinas Kesehatan ilustrasi/Int

KLIKKALTIM.COM -- Antisipasi penyebaran Covid-19 di masa kenormalan baru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap sejumlah titik, yang dinilai berpotensi menjadi klaster baru.

Pertama adalah kantor atau lokasi tempat bekerja. Setidaknya ada 3 hal yang harus dicermati masyarakat untuk tetap produktif di kantor, yakni tetap jaga jarak dengan pengaturan kepadatan orang dalam ruangan, penggunaan masker sebagai pengaman kontak dengan orang lain dan pengaturan sirkulasi udara.

Penggunaan pendingin udara (AC) sebaiknya tidak dilakukan terus menerus, dan hanya digunakan pada jam tertentu, serta diupayakan setiap hari udara diganti dengan udara segar.

Selanjutnya adalah rumah makan/restoran, dimana penularan di lokasi tersebut dipengaruhi oleh kepentingan dan waktu yang bersamaan. Sebab pada jam-jam tertentu, bisa terjadi penumpukan pembeli sehingga praktik jaga jarak sulit dilakukan.

“Ketiga adalah sarana transportasi massal, risikonya sama dengan rumah makan/restoran seperti dalam menjaga jarak aman dan penggunaan masker selama di kendaraan,” ujar Kepala Dinkes Bontang Bahauddin, melalui keterangan pers, Minggu (28/6/2020) sore.

Baca Juga: Dua Kali Swab Negatif, Pasien 16-BTG Dinyatakan Sembuh
Tiga hal itu pun jadi perhatian khusus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bontang, yang secara berkala terus melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempat keramaian. Selain juga rapid tes massal untuk mengetahui persebaran kasus Covid-19 di masyarakat agar tidak terjadi transmisi lokal.

”Rapid tes massal dilakukan dalam rangka screening dan tidak dipungut biaya. Diharap masyarakat dapat bekerjasama dengan petugas dalam pelaksanaannya. Bila ditemukan reaktif akan dilakukan tatalaksana lebih lanjut,” tambah Bahauddin.

Sejauh ini, penambahan orang dalam status monitoring ada 51 orang, dengan total 1.543 orang yang tersebar di seluruh wilayah Bontang. Ditambah 1 Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil rapid tes reaktif dari screening massa, dan yang bersangkutan telah menjalani isolasi mandiri.

TINGGALKAN KOMENTAR