Bukan karena Krisis Batu Bara dan Rupiah Melemah, PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir
Manajer PT PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul saat ditemui media di kantornya baru-baru ini.
KLIKKALTIM- PT PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Samarinda membantah kabar yang mengaitkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dengan pelemahan nilai tukar rupiah maupun berkurangnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.
Manajer PT PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menegaskan pemadaman yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir disebabkan adanya gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bukan karena persoalan pasokan energi atau kondisi ekonomi nasional.
"Isu nasional yang berkembang sejauh ini tidak ada hubungannya. Alhamdulillah, kondisi kelistrikan di Kalimantan Timur insyaallah tetap aman," kata Adrian saat ditemui di Samarinda, Senin (29/6/2026).
Ia mengatakan proses perbaikan pembangkit saat ini masih berlangsung. PLN menargetkan pekerjaan tersebut rampung pada Juli 2026, meski pihaknya berupaya agar penyelesaiannya dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.
"Kami berharap bisa selesai lebih cepat. Namun pekerjaan perbaikan tetap harus mengutamakan faktor keamanan," ujarnya.
Adrian mengaku tidak dapat menjelaskan secara rinci jenis kerusakan yang terjadi pada PLTU. Sebab, kewenangan PLN UP3 Samarinda hanya mencakup pelayanan pelanggan, bukan operasional pembangkit.
"Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kerusakan karena khawatir informasi yang disampaikan tidak tepat," katanya.
Menurut Adrian, luasnya wilayah yang terdampak pemadaman disebabkan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur menggunakan jaringan interkoneksi. Akibatnya, gangguan pada satu titik pembangkit dapat memengaruhi pasokan listrik di sejumlah daerah.
Wilayah yang terdampak meliputi Samarinda, Balikpapan, Bontang, Berau hingga Selor, Kalimantan Utara, beserta daerah lain yang berada dalam sistem interkoneksi tersebut.
PLN juga mengimbau masyarakat memanfaatkan kanal informasi resmi untuk mengetahui jadwal pemadaman listrik, baik melalui media sosial maupun WhatsApp Channel yang dimiliki masing-masing Unit Layanan Pelanggan (ULP).
Misalnya, pelanggan ULP Samarinda Ilir dapat mengikuti kanal WhatsApp resmi untuk memperoleh informasi terkait pemadaman terencana sebelum pelaksanaan.
"Kalau pemadaman yang sifatnya terencana akan kami informasikan lebih dulu. Namun untuk gangguan yang terjadi secara mendadak tentu tidak selalu bisa diprediksi," tutup Adrian.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: